Tasbeh
Senin, 4 Dec 2006 10:18:44
Pdpersi, Jakarta -
Tasbeh
(
Canna indica L.)
Tasbeh tumbuh liar di hutan dan pegunungan. Sering kali ditemukan sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman. Tasbeh atau sering disebut bunga kana berasal dari Amerika tropis dan bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Tumbuh subur ditempat terbuka atau sedikit terlindungi dari sinar matahari.
Terna tahunan ini tumbuh tegak dengan tinggi mencapai dua meter, mempunyai rimpang tebal seperti umbi. Daun tunggal, bulat telur memanjang, bertangkai pendek menjadi pelepah, ujung dan pangkal runcing, menyirip jelas, warnanya hijau atau merah tengguli, berlilin, panjang 25-70 cm, lebar 8-21 cm Bunga majemuk, muncul terminal, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, mahkota bunga besar dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan dadu. Buah berupa buah kotak, bentuk bola, dinding buah kasar, biji 3-5, bulat, keras.
Perbanyakan dengan pemisahan anakan yang tumbuh di sekitar Induk.
Sifat dan Khasiat
Rimpang rasanya manis, sifatnya sejuk. Berkhasiat penyejuk, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), penenang (tranqullizer), dan menurunkan tekanan darah(hipotensif). Bunga berkhasiat hemostatis.
Kandungan Kimia
Rimpang mengandung 6 substansifenol, 2 terpene, 4 koumarin, pati, glukosa, alkaloid, dan getah. Daun mengandung tanin dan sulfur.
Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpang segar atau kering dan bunga keringnya.
Indikasi
Rimpang digunakan untuk :
- demam,
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- disentri kronis
- wasir (hemoroid),
- keputihan (lekore), dan
- radang hati akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut).
Bunga digunakan untuk :
- darah haid banyak (metrorrhagia), batuk darah.
Cara Pemakaian
Rebus rimpang kering (15-30 g) atau yang segar (30-60 g), lalu minum. Jika menggunakan bunga, rebus bunga kering (10-15 g), lalu minum.
Untuk pemakaian luar, cuci rimpang segar, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan ke tempat yang sakit, seperti luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat, memar, dan sakit kepala.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
pada percobaan binatang, rimpangtasbeh berkhasiat :
- hepatoprotektor (melindungi sel hati dari kerusakan) terhadap zat hepatotoksik (karbon tetraklorida),
- kolagoga dan koleretik, yaitu meningkatkan aliran empedu dan meningkatkan pembuangan bilirubin,
- relaksan pada otot saluran cerna,
- hipotensif, tidak beracun. Pemberian langsung kedalam lambung tikus dengan dosis 400 g simplisia/kgBB (200 kali dosis klinis) tidak memperlihatkan tanda-tanda keracunan. Selain itu, pemberian dosis yang sama secara suntikan intraperitoneal tidak menyebabkan perubahan signifikan pada berat badan, aktivitas, hemoglobin, leukosit, hitung jenis (differential count), fungsi hati dan ginjal, serta gambaran histologis dari jantung, hati, ginjal, limpa, otak, kelenjar adrenal, dan duodenum, dibandingkan hewan kontrol.