|
|
 |
|
|
 |
| |
Kembang Sungsang
Selasa, 31 Jul 2007 10:01:34
Pdpersi, Jakarta - Kembang Sungsang
Kembang sungsang dapat ditemukan tumbuh liar di semak belukar, hutan jati, atau ditanam sebagai tanaman hias yang merambat dip agar atau pergola. Tanaman yang rajin berbunga terutama diawal musim penghujan ini asalnya dari daerah tropic di benua Asia dan Aftika. Kembang sungsang merupakan terna tahunan yang berumur panjang. Pada saat-saat tertentu tidak terlihat pertumbuhannya, dan akan timbul tunas-tunas sewaktu musim penghujan. Tanaman ini menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari penuh dan dapat ditemuka dari daerah pantai sampai ketinggian 300m dpl.
Terna tahunan yang berbatang lunak ini memanjat dengan sulur pendek menggulung berbentuk spiral yang terdapat diujung daun, tinggi mencapai 2,5 m, percabangan melebar, dan tidak barambut. Daun tunggal, tersebar atau hampur berhadapan, bentuk lanset, ujung runcing pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 8-25 cm, lebar 1-4 cm, dan warnanya hijau. Bunga tunggal, keluar diketiak daun, dan bertangkai panjang, ujungnya runcing menghadap kebawah. Jika mekar, bunganya akan menghadap atas, bagian atas warnanya merah, pangkalnya berwarna kuning kehijauan., dan tidak cepat layu. Warna bunga lama kelamaan akan menjadi merah keseluruhan. Buah panjangnya 4-5 cm. bijinya banyak dan berwarna coklat oranye. Berukuran besar, dan beracun.
Perbanyak dengan biji
Sifat dan khasiat
Umbi rasanya pahit dan beracun (toksik). Stimulan, meredakan panas dalam, pereda nyeri (analigesik), menghilangkan bengkak, dan menpunyai efek antibakteri. Biji berkhasiat analgesic.
Kandungan Kimia
Alkaloid kolkisin, gloriosina, kholine, hars, fitosterol, fitosterolin, stigmasterol.
Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah umbinya. Cuci umbi segar, lalu iris tipis-tipis dan jamur sampai kering sebelum digunakan. Rendam dalam susu sebelum dijemur untuk mengurangi daya racun umbi.
Indikasi
Umbi digunakan untuk pengobatan:
- Lumpuh,
- Sakit pada persediaan, rematik gout akut,
- Demam, keram,
- Badan bengkak,
- Kencing nanah, dan
- Sukar bersalin
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan umbi kering (3g), rebus, lalu minum airnya.
Untuk pemakaian luar, parut umbi segar secukupnya, lalu pakai untuk menggosok dan menurap eczema, kurap, kudis, scabies, dan lepra (Morbus Hansen).
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
-
Contoh Pemakaian
- Ekzema
Siapkan bahan umbi kembang sungsang (1 jari) dan umbi biara upas (Merremia Mammosa lour.) (3/4 jari). Cuci semua bahan, lalu parut. Remas hasilnya dengan dua sendok makan minyak jarak. Gunakan ramuan untuk menggosok dan menurap kulit yang eczema, lalu balut. Ganti dua kali sehari.
Catatan
- Untuk penggunaan sebagai obat minum, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dosis yang diperkenankan karena sangat berracun.
- Kelebihan dosis menyebabkan gejala keracunan, seperti rasa kebas, mual, keram, diare berdarah, badan terasa dingin, sulit bernapas, kejang, sampai tidak sadar. Bisa menyebabkan kematian dalam 3-20 jam.
- Menggunakan umbi segar bisa menyebabkan keguguran.
- Hanya boleh digunakan di bawah pantauan herbalis yang berpengalaman.
|
|
|
|
 |
|
| |
 |
| |
|
 |
| |
 |
| |
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.) |
(dr. Rudi Hartono, SpA) |
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd |
|
 |
| |
 |
| |
|
 |
|
|
 |
|