Kembang Bokor
Rabu, 17 Dec 2008 22:36:56
Pdpersi, Jakarta - Kembang bokor berasal dari Jepang. Biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman.
Perdu menahun ini tegak, berbatang kuat, warnanya hijau sewaktu muda, dan mempunyai tinggi 0,5-1m. daun tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan bersilang. Helaian duan lebar dan tebal, bentuknya bulat telur. Pangkal dan ujung runcing, tetapi bergerigi, tulang daun menyirip, warna permukaan hijau tua, dan bagian bawah hijau kekuningan. Perhubungan majemuk, keluar dari ujung tangkai, membentuk rangkaian yang membulat dengan diameter dapat mencapai 20 cm, warnanya putih, merah muda, dan akan menjadi biru.
Sifat dan Khasiat
Kembang bokor rasanya pahit dan sedikit pedas, sifatnya dingin, sedikit toksik. Berkhasiat sebagai antiradang dan antimalaria.
Kadungan Kimia
-
Bagian yang Digunakan
Bagian yang tanaman yang digunakan sebagai obat adalah herba dan akarnya. Bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan.
Indikasi
Herba kembang bokor digunakan untuk mengatasi:
- malaria, demam
- Gelisah (ansietas), dan
- sakit tenggorok.
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan 9-15g herba yang direbus.
Untuk pemakaian luar, cuci herba secukupnya, lalu rebus. Airnya digunakan untuk mencuci eczema pada kantung buah zakar dan kurap.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian |
-
Contoh Pemakaian
- Malaria
rebus herba kembang bokor dan daun murbei (morus alba L.) (masing-masing 9g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua jam sebelum terjadi serangan malaria.
- Sakit tenggorok
cuci akar segarkembang bokor secukupnya, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan cuka apel yang telah diencerkan secukupnya, giling sampai halus, lalu peras. Gunakan airnya untuk kumur tenggorok (gargle).
- Ekzema pada kantung buah zakar
cuci herba kembang bokor, herba bayam duri (Amaranthus spinosus L.) secukupnya, lalu rebus sampai mendidih. Setelah dingin, gunakan untuk mencuci dan mengompres bagian yang eczema.
Catatan
kelebihan dosis menyebabkan mual.