Selasa, 9 Feb 2010  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
 
   
   
 
 
Dua dari 10 Pelajar Indonesia Mulai Merokok
Sabtu, 12 Jan 2008 11:39:13


Pdpersi, Jakarta - Remaja Indonesia telah terekploitasi oleh industri rokok. Data yang dilansir Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menyebutkan, 34% remaja usia SMP pernah merokok.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, dua dari sepuluh pelajar di Indonesia mencoba merokok sejak mereka berusia di bawah 10 tahun. Padahal, berbagai survei membuktikan tingkat kematian (mortalitas) akibat rokok dari tahun ke tahun terus meningkat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya 5 juta orang di dunia meninggal karena rokok dan pada 2030 diperkirakan mencapai 10 juta orang per tahun. Selain itu, rokok sangat dekat dengan narkoba yang akan mengancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

Sayangnya, pemerintah RI masih setengah hati dalam mengatasi bahaya rokok. Iklan-iklan rokok masih dibiarkan bebas terpampang di sejumlah jalan protokol, media cetak, dan televisi. Industri rokok juga gencar menyeponsori pergelaran musik dan event olah raga yang digemari anak muda.

Lebih memprihatinkan lagi, pemerintah RI belum meratifikasi kerangka kerja konvensi pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) yang bertujuan menurunkan konsumsi tembakau, padahal seluruh negara Asean (kecuali Indonesia) telah menandatangani FCTC.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Departemen Kesehatan (Depkes) dr Tjandra Yoga menjelaskan, prevalensi perokok usia SMP di Jakarta mencapai 34%, Bekasi 33%, dan Medan 34,9%.

Jumlah ini lebih tinggi dari perokok usia remaja di Bhutan (negeri sebelah barat India) sekitar 20%, dan Bangladesh di bawah 10%. Sementara itu, prevalensi perokok pasif usia remaja di Jakarta sekitar 66,8% karena tinggal serumah dengan orang yang merokok dan 81,6% remaja tercemar asap rokok di luar rumah.



Pasar rokok untuk kaum remaja disebut-sebut menjadi faktor penting keberlangsungan industri rokok nasional. Jika para remaja tidak merokok, industri akan bangkrut karena ketiadaan generasi penerus perokok aktif. ?Industri rokok sangat memanfaatkan berbagai aktivitas remaja untuk promosi produknya,? ujarnya. (izn)
 
 
Cakrawala Lainnya :
Pemerintah Tetapkan Harga Eceraan Tertinggi 453 Obat Generik
Perdagangan Bebas Asean-China Ancam Kesehatan Masyarakat Bawah
Sesuaikan Harga Obat Generik, Pemerintah Jamin Tak Pengaruhi Layanan
Kesalahan Persepsi di Masyarakat Hambat Penanganan Kanker
Maret, 300 Puskesmas Percontohan Peroleh Rp 100 Juta per Unit
 
Lihat Arsip Cakrawala
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
Pelatihan Manajemen Keperawatan Di RS
Bimbingan Teknis Menyusun Sistem Remunerasi RS
Workshop E-SPT Pajak
Hospital Build Asia Exhibition And Congress 2010
Pelatihan Manajemen Keperawatan Di Rumah Sakit Angkatan III
 
 
Kandungan
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.)
Anak
(dr. Rudi Hartono, SpA)
Andrologi
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd
 
 
  Login
  Berita PERSI
  Teknologi Informasi & Keselamatan Pasien
 
  Berita RS
  RS Lansia Akan Berdiri di Sleman
 
  Manajemen RS
  Waspadai Penggunaan Sarana & Prasarana RS Sebelum Bermasalah Dan Membahayakan
 
  Artikel Gizi Klinis
  KANDUNGAN ENERGI DAN MINERAL PISANG YANG DAHSYAT
 
  Kehumasan RS
  Pasien Harus Tahu Hak-haknya
 
  Artikel IT
  Tips memantau Web Anda dengan sms
 
 
 
 
 
 
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari pdpersi.co.id


Copyright © 2003  PDPERSI.CO.ID

PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28
Kelapa Gading Jakarta Utara
Telp. 021-45845223, 45845291, 45845303, 45845304   Fax. 021-45845291


BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION