Selasa, 9 Feb 2010  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
 
   
   
 
 
Sosialisasi Bahaya Kanker Serviks Perlu Digencarkan
Kamis, 13 Mar 2008 22:52:59


Pdpersi, Jakarta - Kaum perempuan harus kian tersadarkan untuk mengenali dan mencegah kanker serviks atau mulut rahim sejak dini. Kanker tersebut kini menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan di Indonesia. Ada perkembangan menggembirakan, di Indonesia kini muncul ?gerakan? melawan kanker serviks.

?Sebagai perempuan dewasa sekaligus seorang ibu dari remaja putri, tentunya ingin melindungi diri dan putri saya dari risiko kanker serviks. Saya percaya dengan seringnya mensosialisasi mengenai kanker serviks, maka perempuan Indonesia akan sadar pentingnya perlindungan sejak dini terhadap kanker serviks,? ujar Yuanita pada peluncuran vaksin kanker serviks yang mengandung ajuvan ASO4 oleh GlaxoSmithKline di Jakarta, Kamis (14/2).

Yuanita Rohali, direktur keuangan PT Bakrie&Brothers Tbk, bersama Alika putrinya menyambut positif saat didaulat menjadi Duta Kanker Serviks untuk kampanye Help X Out Cervical Cancer, sebuah kampanye yang diluncurkan GlaxoSmithKline.

Berdasarkan data IARC Cancer Base yang berpusat di Lyon, Prancis, dalam setahun ada sekitar 500.000 perempuan di dunia yang didiagnosa mengidap kanker serviks atau kanker mulut rahim, dengan tingkat kematian rata-rata mencapai 270.000 orang per tahun.

Menurut data Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, kanker serviks menjadi pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia. Bahkan, bagi mereka yang dapat bertahan hidup, penyakit ini tetap meninggalkan kesedihan dan kepedihan mendalam pada kehidupan mereka.

Kanker serviks disebabkan oleh virus bernama human papiloma virus (HPV). Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, namun hanya beberapa di antaranya menjadi penyebab kanker. ?HPV setiap saat dapat menyerang semua perempuan, tanpa melihat umur atau gaya hidupnya,? ujar Dr.dr Andrijono SpOG(K), konsultan spesialis ginekologi-onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Risiko terkena kanker serviks meningkat dengan bertambahnya usia dan menyentuh kehidupan perempuan pada saat-saat terpenting dalam hidupnya. Menurut Dr Andrijono, biasanya kanker serviks mulai menyerang perempuan usia 30-50 tahun, atau saat mereka masih aktif bekerja dan menjadi bagian inti keluarga.

Dr Andrijono menjelaskan, berdasarkan survei yang melibatkan 5.423 perempuan Asia, termasuk dari Indonesia, hanya 2% perempuan yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks.

?Sebanyak 99,7% kanker serviks disebabkan oleh HPV onkogenik. HPV 18 dan 16 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia,? ungkapnya.

Kanker serviks menyerang kaum perempuan dengan latar belakang dan umur yang berbeda di seluruh dunia. Dimulai dengan kanker serviks bagian uterus atau rahim, kemudian mencapai vagina dan secara bertahap akan menyebar luas jika tidak diobati.

Secara umum tidak terlihat adanya gejala pada stadium awal dari kanker serviks. Oleh karenanya, pap smear adalah langkah terpenting untuk mendeteksi stadium awal kanker serviks dengan cara mengidentifikasi perubahan sel pada leher rahim.

Risiko berkembangnya kanker serviks pada perempuan yang tidak melakukan skrining secara teratur adalah lima kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan perempuan yang melakukan skrining secara teratur. Skrining sangat penting dilakukan karena dapat membantu mendeteksi perkembangan kanker serviks, tetapi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. (izn)
 
 
Cakrawala Lainnya :
Pemerintah Tetapkan Harga Eceraan Tertinggi 453 Obat Generik
Perdagangan Bebas Asean-China Ancam Kesehatan Masyarakat Bawah
Sesuaikan Harga Obat Generik, Pemerintah Jamin Tak Pengaruhi Layanan
Kesalahan Persepsi di Masyarakat Hambat Penanganan Kanker
Maret, 300 Puskesmas Percontohan Peroleh Rp 100 Juta per Unit
 
Lihat Arsip Cakrawala
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
Pelatihan Manajemen Keperawatan Di RS
Bimbingan Teknis Menyusun Sistem Remunerasi RS
Workshop E-SPT Pajak
Hospital Build Asia Exhibition And Congress 2010
Pelatihan Manajemen Keperawatan Di Rumah Sakit Angkatan III
 
 
Kandungan
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.)
Anak
(dr. Rudi Hartono, SpA)
Andrologi
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd
 
 
  Login
  Berita PERSI
  Teknologi Informasi & Keselamatan Pasien
 
  Berita RS
  RS Lansia Akan Berdiri di Sleman
 
  Manajemen RS
  Waspadai Penggunaan Sarana & Prasarana RS Sebelum Bermasalah Dan Membahayakan
 
  Artikel Gizi Klinis
  KANDUNGAN ENERGI DAN MINERAL PISANG YANG DAHSYAT
 
  Kehumasan RS
  Pasien Harus Tahu Hak-haknya
 
  Artikel IT
  Tips memantau Web Anda dengan sms
 
 
 
 
 
 
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari pdpersi.co.id


Copyright © 2003  PDPERSI.CO.ID

PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28
Kelapa Gading Jakarta Utara
Telp. 021-45845223, 45845291, 45845303, 45845304   Fax. 021-45845291


BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION