|
|
 |
|
|
 |
| |
Beluntas (Pluchea India [L.] Less.)
Jumat, 09 Feb 2001 13:30:51
Pdpersi, - Tumbuhan ini berasal dari suku Asteraceae (Compositae). Namanya
berbeda-beda, sesuai daerah tempat dia tumbuh. Di Sumatera, namanya
beluntas (Melayu). Sedangkan di Sunda dikenal dengan nama baluntas,
baruntas. Di Jawa namanya Luntas, di Madura dikenal dengan nama
baluntas. Lain lagi di Makasar, masyarakat sekitarnya menyebut tumbuhan
ini dengan nama lamutasa. Sedangkan di Timor disebut lenabou.
Beluntas umumnya tumbuhan liar di daerah kering pada tanah yang keras
dan berbatu, atau ditanam sebagai tanaman pagar. Tumbuhan ini
memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikti naungan, banyak
ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.00 m dpl.
Perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 m, kadang-kadang lebih.
Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai
pendek, letak berseling, helaian daun telur sungsang, ujung bulat
melancip, tepi bergerigi, berkelenjar, panjang 2,5-9 cm, lebar 1-5,5
cm, warnanya hijau terang, bila diremas harum. Bunga majemuk bentuk
malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, cabang-cabang
perbungaan banyak sekali, bunga bentuk bonggol bergagang atau duduk,
warnanya putih kekuning-kuningan sampai ungu. Buah longkah agak
berbentuk gangsing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut putih,
lokos. Biji kecil, cokelat keputih-putihan. Perbanyakan dengan setek
batang yang cukup tua.
Sifat dan Khasiat
Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir. Berkhasiat untuk
meningkatkan nafsu makan (stomakik), membantu perncernaan, peluruh
keringat (diaforetik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar.
Akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk
(demulcent).
Kandungan Kimia
Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tanin, minyak asiri,
asam chlorogenik, natrium, almunium, kalsium, magnesium, dan fosfor.
Sedangkan akarnya mengandung flavonoid dan tanin.
Bagian yang Digunakan
Daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan.
Indikasi
Beluntas ini dapat digunakan untuk:
- Menghilangkan bau badan, bau mulut,
- Kurang nafsu makan,
- Gangguan pencernaan pada anak,
- TBC kelenjar (skyrofuloderma),
- Nyeri pada rematik, nyeri tulang (asteodinia), sakit pinggang (lumbago),
- Demam,
- Datang haid tidak teratur; dan
- Keputihan.
Cara Pemakaian
Daun atau akar sebanyak 10-15 g direbus, lalu diminum. Untuk
pemakaian luar, daun dilumatkan lalu dibalurkan untuk pegal linu,
luka, skabies, kudis, dan borok.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
- Uji fertilitas daun beluntas baik berupa perasan, infus, maserat,
dan ekstrak dengan alat soxhlet pada mencit betina yang diberikan
secara oral, mempunyai pengaruh antifertilitas pada mencit betina
(willys, Jurusan Farmasi FMIPA, UNHAS, 1990).
- Kadar minyak asiri daun beluntas 5% v/v dapat mengambat
pertumbuhan Escherechia coli (Atik Erawati, Fak. Farmasi UGM, 1992).
Contoh Pemakaian
- Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan.
Daun segar secukupnya dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus dan
dimakan bersama makan nasi.
- Menghilangkan bau badan. Daun beluntas sebanyak 15 g, buah
pinang 5 g dan garam dapur seujung sendok teh. Semua bahan direbus
dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air
rebusannya diminum. Sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.
- Gangguan pencernaan pada anak. Daun segar setelah dicuci
bersih lalu dipipis. Campurkan pada bubur saring atau nasi tim.
Lakukan setiap kali makan.
- TBC kelenjar. Daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak
gelatin dari kulit sapi dan rumput laut hai-hai (Laminaria japonika
Aresch ) masing-masing 10g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat.
Lakukan setiap hari.
- Nyeri pada rematik, sakit pinggang. Akar beluntas sebanyak
15g dicuci lalu di potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air,
rebus sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.
- Demam, mengeluarkan keringat. Daun beluntas segar 15 g
dicuci lalu direbus atau diseduh dengan air panas, lalu minum seperti
teh. Atau, daun beluntas segar kira-kira 100 g dicuci lalu dikukus
sampai matang. Dimakan bersama makan nasi, dua kali sama banyak, pagi
dan sore.
- Luka. Daun beluntas segar secukupnya dicuci lalu dipipis.
Tambahkan sedikit kapur, sambil diaduk sampai rata. Ramuan ini lalu
dibalurkan pada luka.
- Datang haid tidak teratur. Daun beluntas segar sebanyak 2
genggam dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air masak 2 ½
gelas dan garam sebesar biji asam. Peras dan saring lalu diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.
Catatan
Rumput laut hai-hai dapat dibeli di pasar swalayan atau di toko obat
Tionghoa.
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999. |
|
|
|
 |
|
| |
 |
| |
|
 |
| |
 |
| |
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.) |
(dr. Rudi Hartono, SpA) |
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd |
|
 |
| |
 |
| |
|
 |
|
|
 |
|