Jumat, 3 Sep 2010  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
 
   
 
   
   
 
.:: Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Pusat Data PERSI dan Sekretariat PERSI Pusat libur mulai Hari Rabu tanggal 8 September 2010 sampai dengan Rabu tanggal 15 September 2010, masuk pada Hari Kamis tanggal 16 September 2010, Segenap Pengurus Pusat Data PERSI dan PERSI Pusat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal Aidzin wal Faidzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin ::.
 
Beluntas (Pluchea India [L.] Less.)
Jumat, 09 Feb 2001 13:30:51

Pdpersi, - Tumbuhan ini berasal dari suku Asteraceae (Compositae). Namanya berbeda-beda, sesuai daerah tempat dia tumbuh. Di Sumatera, namanya beluntas (Melayu). Sedangkan di Sunda dikenal dengan nama baluntas, baruntas. Di Jawa namanya Luntas, di Madura dikenal dengan nama baluntas. Lain lagi di Makasar, masyarakat sekitarnya menyebut tumbuhan ini dengan nama lamutasa. Sedangkan di Timor disebut lenabou.

Beluntas umumnya tumbuhan liar di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, atau ditanam sebagai tanaman pagar. Tumbuhan ini memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikti naungan, banyak ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.00 m dpl.

Perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 m, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian daun telur sungsang, ujung bulat melancip, tepi bergerigi, berkelenjar, panjang 2,5-9 cm, lebar 1-5,5 cm, warnanya hijau terang, bila diremas harum. Bunga majemuk bentuk malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, cabang-cabang perbungaan banyak sekali, bunga bentuk bonggol bergagang atau duduk, warnanya putih kekuning-kuningan sampai ungu. Buah longkah agak berbentuk gangsing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut putih, lokos. Biji kecil, cokelat keputih-putihan. Perbanyakan dengan setek batang yang cukup tua.

Sifat dan Khasiat
Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir. Berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik), membantu perncernaan, peluruh keringat (diaforetik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar.
Akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk (demulcent).

Kandungan Kimia
Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tanin, minyak asiri, asam chlorogenik, natrium, almunium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flavonoid dan tanin.

Bagian yang Digunakan
Daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Beluntas ini dapat digunakan untuk:
  • Menghilangkan bau badan, bau mulut,
  • Kurang nafsu makan,
  • Gangguan pencernaan pada anak,
  • TBC kelenjar (skyrofuloderma),
  • Nyeri pada rematik, nyeri tulang (asteodinia), sakit pinggang (lumbago),
  • Demam,
  • Datang haid tidak teratur; dan
  • Keputihan.
Cara Pemakaian
Daun atau akar sebanyak 10-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun dilumatkan lalu dibalurkan untuk pegal linu, luka, skabies, kudis, dan borok.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
  1. Uji fertilitas daun beluntas baik berupa perasan, infus, maserat, dan ekstrak dengan alat soxhlet pada mencit betina yang diberikan secara oral, mempunyai pengaruh antifertilitas pada mencit betina (willys, Jurusan Farmasi FMIPA, UNHAS, 1990).
  2. Kadar minyak asiri daun beluntas 5% v/v dapat mengambat pertumbuhan Escherechia coli (Atik Erawati, Fak. Farmasi UGM, 1992).
Contoh Pemakaian
  • Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan. Daun segar secukupnya dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus dan dimakan bersama makan nasi.


  • Menghilangkan bau badan. Daun beluntas sebanyak 15 g, buah pinang 5 g dan garam dapur seujung sendok teh. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusannya diminum. Sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.


  • Gangguan pencernaan pada anak. Daun segar setelah dicuci bersih lalu dipipis. Campurkan pada bubur saring atau nasi tim. Lakukan setiap kali makan.

  • TBC kelenjar. Daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak gelatin dari kulit sapi dan rumput laut hai-hai (Laminaria japonika Aresch ) masing-masing 10g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.


  • Nyeri pada rematik, sakit pinggang. Akar beluntas sebanyak 15g dicuci lalu di potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, rebus sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.


  • Demam, mengeluarkan keringat. Daun beluntas segar 15 g dicuci lalu direbus atau diseduh dengan air panas, lalu minum seperti teh. Atau, daun beluntas segar kira-kira 100 g dicuci lalu dikukus sampai matang. Dimakan bersama makan nasi, dua kali sama banyak, pagi dan sore.


  • Luka. Daun beluntas segar secukupnya dicuci lalu dipipis. Tambahkan sedikit kapur, sambil diaduk sampai rata. Ramuan ini lalu dibalurkan pada luka.


  • Datang haid tidak teratur. Daun beluntas segar sebanyak 2 genggam dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air masak 2 ½ gelas dan garam sebesar biji asam. Peras dan saring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.


  • Catatan
    Rumput laut hai-hai dapat dibeli di pasar swalayan atau di toko obat Tionghoa.


    Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.
 
 
Pengobatan Tradisional Lainnya :
Poslen
Sirih
Sesuru
Mindi Kecil (Melia azedarach L.)
PORTULAKA (bunga pukul delapan)
 
Lihat Arsip Pengobatan Tradisional
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
Comparative Sudy & Umroh Plus - Health Financing And Hospital Finance
Workshop Metode Baru : Perencanaan SDM Rumah Sakit - Gelombang 3
Pelatihan Perawatan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit
Seminar Nasional X PERSI - Seminar Tahunan IV Patient Safety - Hospital Expo XXIII Tahun 2010
Workshop Di Alam Asri - Keselamatan Pasien Dan Manajemen Risiko Klinis - PERSI - KKPRS - KARS & IMRK
 
 
Kandungan
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.)
Anak
(dr. Rudi Hartono, SpA)
Andrologi
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd
 
 
  Login
  Berita PERSI
  Teknologi Informasi & Keselamatan Pasien
 
  Berita RS
  RS Lansia Akan Berdiri di Sleman
 
  Manajemen RS
  Waspadai Penggunaan Sarana & Prasarana RS Sebelum Bermasalah Dan Membahayakan
 
  Artikel Gizi Klinis
  KANDUNGAN ENERGI DAN MINERAL PISANG YANG DAHSYAT
 
  Kehumasan RS
  Pasien Harus Tahu Hak-haknya
 
  Artikel IT
  Apa itu Cookies ?
 
 
 
 
 
 
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari pdpersi.co.id


Copyright © 2003  PDPERSI.CO.ID

PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28
Kelapa Gading Jakarta Utara
Telp. 021-45845223, 45845291, 45845303, 45845304   Fax. 021-45845291


BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION