Jumat, 10 Sep 2010  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
 
   
 
   
   
 
.:: Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Pusat Data PERSI dan Sekretariat PERSI Pusat libur mulai Hari Rabu tanggal 8 September 2010 sampai dengan Rabu tanggal 15 September 2010, masuk pada Hari Kamis tanggal 16 September 2010, Segenap Pengurus Pusat Data PERSI dan PERSI Pusat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal Aidzin wal Faidzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin ::.
 
Stroke dapat dicegah, Stroke dapat diobati
Catatan Kecil Menyambut Hari Stroke Sedunia

Kamis, 19 Nov 2009 09:18:03

Pdpersi, Yogyakarta - Pengantar
Stroke adalah penyebab kematian nomor tiga (setelah penyakit jantung dan kanker), dan penyebab kecacatan nomor satu di seluruh dunia. Laporan departemen kesehatan Republik Indonesia (2007) mencatat bahwa stroke merupakan penyebab kematian yang utama di RS. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelayanan stroke di berbagai belahan dunia masih sub-optimal. Keterlambatan pasien datang ke RS, tidak tersedianya fasilitas diagnosis dan terapi yang memadai, dan kurangnya kerjasama terpadu antara anggota tim pemberi pelayanan kesehatan merupakan masalah-masalah utama dalam pelayanan stroke.

Pada setiap tahun, tanggal 29 Oktober diperingati sebagai "hari stroke sedunia". Hari stroke sedunia digagas oleh World Stroke Organization, sebuah organisasi dunia yang beranggotakan para dokter, petugas medis, dan masyarakat yang peduli tentang pelayanan stroke. Hari stroke sedunia membawa pesan bahwa "stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati". Tema hari stroke sedunia tahun ini adalah "apa yang dapat saya lakukan?". Sebuah pertanyaan kritis bagi setiap orang yang peduli tentang stroke untuk menggugah hati dan tindakan nyata. Sebuah tantangan bagi setiap orang untuk dapat memberikan kontribusi kecil bagi semakin baiknya pelayanan stroke di dunia.

Stroke dapat dicegah
Stroke disebabkan oleh akumulasi faktor risiko stroke. Faktor risiko stroke ada yang tidak dapat diubah, dan ada pula yang dapat diubah. Faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Laki-laki lebih mudah terkena stroke dibanding perempuan. Usia tua lebih mudah pula terkena stroke dibanding usia muda. Ras kulit berwarna lebih mudah terkena stroke dibanding ras kulit putih. Seseorang dengan riwayat keluarga stroke memiliki risiko yang lebih besar pula untuk terkena stroke. Berbagai faktor risiko stroke tersebut adalah faktor risiko yang tidak dapat diubah.

Faktor risiko stroke ada pula yang dapat diubah. Faktor risiko stroke yang utama adalah hipertensi. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa 60%-70% pasien stroke menderita hipertensi pada saat masuk RS. Masalah yang umum dijumpai adalah ketidaktahuan dan ketidakpedulian sebagian besar anggota masyarakat tentang hipertensi. Hipertensi tidak memberikan gejala yang spesifik. Seorang penderita hipertensi akan datang berobat akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh hipertensi. Hal itulah yang menyebabkan hipertensi disebut sebagai "the silent killer". Hipertensi akan membunuh penderita secara diam-diam dan perlahan, hampir tanpa gejala. Ketika disadari, komplikasi hipertensi sudah sedemikian parahnya (misalnya: penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal).

Faktor risiko stroke lain yang dapat diubah adalah diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, kegemukan, merokok, gangguan tidur, dan kekentalan darah yang berlebih. Sama dengan hipertensi, maka seringkali faktor risiko stroke tersebut diabaikan dan kurang terkelola dengan baik.

Pencegahan stroke diawali dengan mengenali faktor risiko stroke pada diri kita semua. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada diri anda sendiri: "tahukah saya tekanan darah saya pada bulan ini?", "tahukah saya kadar gula darah terakhir saya?", "pernahkah saya mengukur lingkar perut saya ?", dan "tahukah saya kadar kolesterol darah saya ?". Bila ada 2 atau lebih jawaban "tidak", maka artinya anda kurang peduli. Kenalilah faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan pada diri anda, pada kerabat/ keluraga anda, dan pada masyarakat di sekitar anda.

Langkah berikutnya adalah mengendalikan fakor risiko stroke tersebut. Kendalikan tekanan darah yang tinggi dengan membatasi asupan garam, menghindari stress, mengkonsumsi banyak buah dan sayur, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur. Pada banyak keadaan seringkali diperlukan intervensi obat-obatan untuk mendukung perubahan pola hidup yang telah diusahakan. Berbagai penelitian menunjukkan keberhasilan program intervensi faktor risiko untuk menurunkan angka kejadian stroke. Angka kejadian stroke di berbagai negara menunjukkan penurunan akibat dari berhasilnya program pengurangan konsumsi garam, kampanye berhenti merokok, dan diet kaya buah dan syaur.

Stroke dapat diobati
Salah satu isu utama dalam penanganan stroke yang optimal adalah berpacu dengan waktu. Suatu istilah yang dikenal sebagai "time is brain". Tujuan utama penanganan stroke adalah menyelamatkan jaringan otak yang menderita kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen. Batas waku penanganan stroke yang optimal adalah 4,5 jam. Semakin cepat mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat, maka akan semakin besar kemungkinan pemulihan.

Salah satu kendala yang utama dalam penatalaksanaan stroke adalah keterlambatan pasien datang berobat ke RS. Penyebab utama keterlambatan datang ke RS adalah kurang dikenalinya gejala stroke oleh masyarakat luas. Perhimpunan stroke di Amerika Serikat mengkampanyekan penggunaan alat ukur sederhana untuk deteksi dini stroke. Alat ukur ini dikenal dengan nama FAST (Face, Arm, Speech, and Tell Test). Di dalam bahasa Indonesia alat ukur ini dapat diterjemahkan sebagai "senyum, gerak, dan bicara". Kampanye alat ukur ini terbukti memperbaiki waktu kedatangan pasien ke RS. Alat ukur ini dipakai dengan meminta pasien untuk tersenyum, mengangkat lengan, dan bicara. Salah satu gangguan dari fungsi senyum, gerak dan bicara harus dicurigai sebagai suatu gejala stroke sampai dengan terbukti bukan.

Apa yang dapat saya lakukan ?
Tema hari stroke sedunia tahun ini adalah "apa yang dapat saya lakukan?". Sebuah pertanyaan kritis yang menantang semua pihak yang peduli tehadap pelayanan stroke. Masyarakat harus lebih peduli tetang faktor risiko stroke. Tanyakan pada diri anda dan orang-orang terdekat anda "apakah sudah tahu tekaanan darahnya minggu ini?" Bila belum ukurlah tekanan darah anda, dan bila tinggi lakukanlah segera intervensi untuk menurunkan tekanan darah tersebut. Lakukan hal serupa untuk kadar gula darah dan kolesterol. Ingatkan diri anda dan orang-orang terdekat anda untuk berhenti merokok.

Stroke adalah kedaruratan medik. Langkah diagnosis dan penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang optimal. Segera kenali gejala stroke, dan segeralah bawa ke RS dengan fasilitas stroke yang memadai. Kampanye "senyum, gerak, dan bicara" dapat digunakan untuk mencurigai seseorang terkena stroke. Petugas medis yang terlibat dalam penatalaksanaan stroke harus melihat stroke sebagai kedaruratan medik. Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Pada kondisi demikian penanganan yang cepat dan tepat akan sangat diperlukan. Keberhasilan penanganan stroke akan tergantung dari kerjasama pasien, keluarga, dan petugas medis. Mari menyambut hari stroke sedunia, dengan sebuah harapan "akan semakin baiknya pelayanan stroke di Indonesia". (dr. Rizaldy Pinzon)
 
 
Artikel Lainnya :
Lima Tanda Daya Ingat dalam Bahaya
Ancaman "The silent Killer"
Perilaku Makan Anak Sekolah
Dr Widodo Judarwanto SpA
Kebiasaan Muntah Dan Alergi Makanan
Dr Widodo Judarwanto SpA
Anak Alergi Gampang Sakit, Infeksi Berulang Pada Anak
Dr Widodo Judarwanto SpA
 
Lihat Arsip Artikel
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
Comparative Sudy & Umroh Plus - Health Financing And Hospital Finance
Workshop Metode Baru : Perencanaan SDM Rumah Sakit - Gelombang 3
Pelatihan Perawatan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit
Seminar Nasional X PERSI - Seminar Tahunan IV Patient Safety - Hospital Expo XXIII Tahun 2010
Workshop Di Alam Asri - Keselamatan Pasien Dan Manajemen Risiko Klinis - PERSI - KKPRS - KARS & IMRK
 
 
Kandungan
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.)
Anak
(dr. Rudi Hartono, SpA)
Andrologi
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd
 
 
  Login
  Berita PERSI
  Teknologi Informasi & Keselamatan Pasien
 
  Berita RS
  RS Lansia Akan Berdiri di Sleman
 
  Manajemen RS
  Waspadai Penggunaan Sarana & Prasarana RS Sebelum Bermasalah Dan Membahayakan
 
  Artikel Gizi Klinis
  KANDUNGAN ENERGI DAN MINERAL PISANG YANG DAHSYAT
 
  Kehumasan RS
  Pasien Harus Tahu Hak-haknya
 
  Artikel IT
  Apa itu Cookies ?
 
 
 
 
 
 
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari pdpersi.co.id


Copyright © 2003  PDPERSI.CO.ID

PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28
Kelapa Gading Jakarta Utara
Telp. 021-45845223, 45845291, 45845303, 45845304   Fax. 021-45845291


BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION