Artikel

Artikel Terbaru

Waspadai Mimisan yang Berulang

Friday 11 August 2017
Jangan sepelekan apabila keluhan mimisan sering terjadi pada orang tercinta Anda. Alangkah baiknya, segera melakukan pemeriksaan ke dokter keluarga apabila keluhan ini sering terjadi. Anda sering mendengar kanker nasofaring kan? Yuk kita kenali apa itu kanker nasofaring.

Cegah Makan Berlebihan Dengan Mengelola Emosi Negatif

Monday 07 September 2015
Seringkali ketika kita merasa bosan, jenuh, tidak nyaman, marah, atau stress, apa yang kita lakukan? Makan! Banyak orang makan dengan berbagai alasan walaupun mereka tidak lapar, salah satunya dipengaruhi oleh emosi (perasaan). Memang makan adalah suatu hal kompleks yang bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Demensia

Wednesday 29 July 2015
Sesungguhnya demensia dapat pula disebabkan oleh suatu kelainan atau penyakit pada otak yang perlu mendapat penanganan dari dokter. Oleh karena itu, setiap pribadi berusia lanjut yang menunjukkan gejala pikun ada baiknya untuk secepatnya berobat, agar kepikunannya tidak bertambah parah.
07/09/2015 03:12:11 PM

Cegah Makan Berlebihan Dengan Mengelola Emosi Negatif

By pdpersi.co.id

Surabaya -
Oleh: Phebe Illenia S., M.Psi., Psikolog.

Seringkali ketika kita merasa bosan, jenuh, tidak nyaman, marah, atau stress, apa yang kita lakukan? Makan! Banyak orang makan dengan berbagai alasan walaupun mereka tidak lapar, salah satunya dipengaruhi oleh emosi (perasaan). Memang makan adalah suatu hal kompleks yang bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Bagi sebagian orang, perasaan menentukan kapan, apa, dan sebanyak apa makanan yang akan dikonsumsi. Misalnya, kita makan untuk meredakan sakit hati atau untuk menekan perasaan tidak nyaman sehingga untuk sementara kita bisa terbebas dari perasaan itu. Karena makanan hanya memberi kenyamanan dan solusi sementara, maka kita bisa mengulang proses tersebut sehingga makan bisa menjadi kebiasaan untuk mengatasi perasaan tidak nyaman atau pengalaman yang tidak menyenangkan.

Beberapa orang juga menggunakan makanan sebagai imbalan. Bila kita mengalami hari yang buruk, kita “menghadiahi” diri kita sendiri dengan makanan. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang memiliki sedikit waktu untuk memanjakan diri mereka sehingga makan menjadi “waktu memanjakan diri” secara cepat dan nyaman.

Selain sebagian orang yang melakukan aktivitas makan untuk mengatasi perasaan negatif dan untuk memanjakan diri mereka, sebagian orang makan justru karena memiliki terlalu banyak waktu dan untuk mengusir kebosanannya. Makan saat belajar, mengerjakan tugas, atau saat menunggu sudah menjadi hal yang umum dilakukan, bahkan mungkin oleh kita sendiri.

Walaupun tidak merasa lapar, terkadang kita mencari makanan yang bisa dimakan. Bila pola perilaku makan dilakukan terus menerus, hal ini dapat menyebabkan pola hidup yang tidak sehat dan menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes. 
Seperti yang kita lihat (atau mungkin kita alami sendiri), makan dapat menghilangkan perasaan yang tidak menyenangkan atau mengusir kebosanan. Coba perhatikan situasi kita sendiri. Apakah kita makan ketika merasa lelah, bosan, marah, stress atau cemas? 

Bila ya, akan lebih baik bila kita tidak menekan perasaan negatif kita dengan makanan, tapi cobalah proses dan hadapi emosi tidak nyaman yang kita rasakan. Kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
  1. Buatlah catatan tentang perasaan anda.
    Anda bisa menuangkan perasaan anda dalam bentuk tulisan. Jangan menekan perasaan anda dengan makan.

  2. Berbagi dan utarakan perasaan anda pada seseorang.
    Mengutarakan perasaan bisa membantu melegakan perasaan anda. Cobalah menceritakan perasaan anda pada keluarga, teman, rekan kerja atau seseorang daripada melakukan aktivitas makan.

  3. Berjalan atau melakukan olahraga yang disukai.
    Daripada anda makan untuk menekan perasaan negatif anda, lebih baik berolahraga atau melakukan gerak tubuh. Mengubah kebiasaan makan menjadi aktivitas fisik menjadi solusi yang baik. Selain itu, olahraga bisa menghibur dan mengalihkan perhatian anda.

  4. Tidurlah sejenak.
    Jika merasa lelah, lebih baik anda tidur sejenak daripada makan supaya tetap terjaga. Anda akan merasa lebih nyaman setelah beristirahat.

  5. Buatlah daftar kegiatan/aktivitas yang bisa dilakukan.
    Tuliskan daftar hal yang bisa dilakukan (selain makan) ketika anda bosan, kesepian, cemas, stress, marah atau jenuh. Misalnya, daftar pekerjaan yang terbengkalai dan ingin anda selesaikan. Ketika anda bosan atau jenuh, anda bisa mengambil daftar itu dan melakukan kegiatan tersebut. Ketika anda marah atau sedih, anda bisa menuliskannya di kertas kemudian melakukan kegiatan lain untuk mengalihkan perhatian seperti jalan-jalan, mendengarkan musik, menonton film, dan lain sebagainya.

  6. Buatlah daftar “hadiah” pada diri sendiri.
    Anda bisa membuat daftar cara untuk menghadiahi diri sendiri (selain makan) ketika anda merasa layak menerimanya. Misalnya, membeli buku yang disukai, membeli bunga, dan lain sebagainya.

  7. Hadapi akar permasalahan.
    Hal yang tidak kalah penting adalah hadapi penyebab terjadinya masalah. Masalah tidak akan selesai bila dihindari terus menerus, karena itu beranilah menghadapi masalah yang menyebabkan perasaan negatif. Rancanglah sebuah rencana atau solusi untuk mengatasinya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

    1. Jelaskan masalah/penghalang secara terperinci.
      Jelaskan apa masalah yang anda hadapi, kapan dan di mana masalah itu muncul, siapa yang terkait, seberapa sering masalah itu muncul, dan apa yang telah anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penrtanyaan yang tak kalah penting, mengapa hal itu menjadi masalah bagi anda?

    2. Cari hal-hal yang bisa menjadi solusi.
      Keluarkan semua ide yang bisa menjadi solusi bagi masalah anda tersebut. Jangan memilih satu solusi terlebih dahulu, namun tuliskan semua ide kreatif anda.

    3. Pilih salah satu solusi untuk dicoba.
      Setelah memiliki banyak potensi solusi, anda bisa menimbang kelebihan dan kelemahan dari masing-masing solusi. Setelah itu, pilihlah dua atau tiga solusi yang bisa diterapkan dan terlihat mampu membantu anda mengatasi masalah yang anda alami.

    4. Susun rencana yang positif.
      Bila anda telah memilih satu solusi untuk dijalani, susunlah rencana pelaksanaan solusi tersebut. Tentukan target yang realistis dan terjangkau, jangka waktu untuk mencapai tujuan, dan gunakan kata positif.

    5. Cobalah rencana pertama anda dan lihat hasilnya.
      Bersiaplah untuk menjalankan rencana berbeda untuk membandingkan proses penyelesaian masalah. Jika rencana anda tidak berhasil, cobalah menyesuaikan rencana tersebut hingga berhasil. Teruslah mencoba karena penyelesaian masalah merupakan suatu proses, seperti halnya perubahan gaya hidup.

  8. Jangan mengambil makanan karena dorongan sesaat dan makan berlebihan.
    Kenali perasaan anda dan beri kesempatan untuk memilih makanan secara positif dan hati-hati. Jika hal ini dilakukan, maka porsi kecil pun dapat membuat anda nyaman sehingga anda dapat menurunkan berat badan maupun mengendalikan kadar gula darah dengan baik.

    Pengaruh emosi dapat membuat kita makan berlebih. Namun, yang juga tak kalah penting adalah pikiran (kata hati) negatif dan perilaku (kebiasaan) yang sulit dihilangkan seperti nonton TV dengan makan camilan tidak sehat. Untuk memodifikasi perilaku makan, bukan hanya lingkungan fisik yang berpengaruh, namun juga cara kita merespons emosi, pola pikir kita, dan cara makan kita
______________________________________________________________________
Referensi:
Nathan, D.M. & Delahanty, L.M. (2009). Menaklukkan Diabetes. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer. 

Source : A. Brian Mursidi, S.I.Kom. (Marketing & Product Development - RKZ Surabaya)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902