Berita RS

Berita Terbaru

RS Siloam Senilai Rp 400 Miliar Akan Dibuka di Bandung

Sunday 28 September 2014
Rumah sakit (RS) Siloam milik Lippo Group delapan lantai dengan nilai investasi Rp400 miliar dan diklaim bertaraf internasional, dibangun di Bandung. RS ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu milik PT Lippo Karawaci Tbk senilai Rp680 miliar. 

Omni Hospital Pulomas Operasikan Chemo Centre

Tuesday 09 September 2014
Tingginya jumlah penderita kanker mendorong Omni Hospital Pulomas, Jakarta Timur, mengoperasikan Chemo Centre atau pusat kemoterapi.

Operasi Bayi Kembar Siam, RSHS Kerahkan 12 Spesialis

Friday 15 August 2014
Sebanyak 12 dokter spesialis dikerahkan Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet pinggul Bima dan Arjuna yang sebelumnya selama 19 bulan dirawat di ruang NICU
26/10/2011 10:12:28 AM

Grup Ciputra Bangun 15 Rumah Sakit

Grup Ciputra berencana mengembangkan 15 jaringan rumah sakit (RS) Ciputra Hospital senilai total Rp 3 triliun dalam lima tahun ke depan. Pengembangan rumah sakit hanya dilakukan di proyek properti milik Ciputra.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso mengatakan, setiap pembangunan rumah sakit membutuhkan dana sekitar Rp 100-200 miliar. “Sumber pendanaannya sebagian besar dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Tergantung dari investasi pembangunan proyek utama,” ujar Tulus di Jakarta, kemarin.

Menurut Tulus, pengembangan rumah sakit hanya bersifat pelengkap fasilitas yang ada di sebuah kompleks hunian. “Jadi, jaringan hospitality ini tidak berdiri sendiri dan bersinergi dengan bisnis utama. Setiap tahun akan ada pembangunan 2-3 rumah sakit,” jelas dia.

Ciputra Development masih melakukan survei di lima lokasi untuk pengembangan rumah sakit baru yakni Jakarta, Makassar, Palembang, Manado, dan Surabaya. Saat ini, perseroan bersiap meresmikan satu Ciputra Hospital di Citra Raya Tangerang pada akhir 2011. “Kami akan pilih lokasi lainnya yang paling siap,” ucap Tulus.

Sebelumnya, PT Sentul City Tbk bekerjasama dengan PT Pertamina Bina Medika dan PT Waskita Karya juga akan membangun rumah sakit Pertamina Sentul City. Biaya pengembangannya diperkirakan mencapai Rp 370 miliar dan pengoperasiannya ditargetkan mulai semester II-2012.

Dalam Konsorsium pengembangan rumah sakit bertaraf internasional ini, Sentul City akan bertindak sebagai pemegang saham terbanyak mencapai 45%. Sedangkan Pertamina Bina Medika (35%) dan Wijaya Karya (20%).

“Kami telah menyiapkan lahan untuk pengembangan rumah sakit Pertamina Sentul City seluas 2,5 hektare terletak di central business district Sentul City,” ujar Presiden Direktur Sentul City Charles Sidik Jonan, baru-baru ini.

Pembangunan rumah sakit Pertamina Sentul City dilakukan empat tahap. Pengembangan tahap pertama seluas 5553,4 meter persegi dengan investasi hingga Rp 170 miliar. Sedangkan pengembangan tahap berikutnya dilakukan secara bertahap dengan luas masing-masing tahap seluas 5228,8 meter persegi.