Berita RS

Berita Terbaru

CEO RS Awal Bros Masuk Top Ten Best CEO Indonesia

Thursday 18 December 2014
Arfan Awaloeddin, Chief Executive Officer (CEO) Rumah Sakit (RS) Awal Bros Hospital Group, masuk dalam jajaran Top Ten Best CEO Indonesia versi IPSOS – Dunamis – SWA 2014. Penganugerahan dilaksanakan Rabu (22/10) di Hotel Shangri La Jakarta.

RS Bunda Jakarta Lakukan Bedah Robotik Pada 100 Pasien

Tuesday 02 December 2014
Di Indonesia, rumah sakit (RS) yang menerapkan bedah robotik adalah RS Bunda Jakarta. Diperkenalkan sejak 2010, pasien yang sudah menjalani bedah robotik mencapai 100 orang.

Siloam Terus Buka Rumah Sakit, Termasuk di Pelosok.

Thursday 23 October 2014
Jaringan Siloam Hospital yang berada dibawah naungan Lippo Group akan terus membuka rumah sakit-rumah sakit (RS) baru di Indonesia, tak hanya di lokasi perkotaan namun juga pelosok.

26/10/2011 10:12:28 AM

Grup Ciputra Bangun 15 Rumah Sakit

Grup Ciputra berencana mengembangkan 15 jaringan rumah sakit (RS) Ciputra Hospital senilai total Rp 3 triliun dalam lima tahun ke depan. Pengembangan rumah sakit hanya dilakukan di proyek properti milik Ciputra.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso mengatakan, setiap pembangunan rumah sakit membutuhkan dana sekitar Rp 100-200 miliar. “Sumber pendanaannya sebagian besar dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Tergantung dari investasi pembangunan proyek utama,” ujar Tulus di Jakarta, kemarin.

Menurut Tulus, pengembangan rumah sakit hanya bersifat pelengkap fasilitas yang ada di sebuah kompleks hunian. “Jadi, jaringan hospitality ini tidak berdiri sendiri dan bersinergi dengan bisnis utama. Setiap tahun akan ada pembangunan 2-3 rumah sakit,” jelas dia.

Ciputra Development masih melakukan survei di lima lokasi untuk pengembangan rumah sakit baru yakni Jakarta, Makassar, Palembang, Manado, dan Surabaya. Saat ini, perseroan bersiap meresmikan satu Ciputra Hospital di Citra Raya Tangerang pada akhir 2011. “Kami akan pilih lokasi lainnya yang paling siap,” ucap Tulus.

Sebelumnya, PT Sentul City Tbk bekerjasama dengan PT Pertamina Bina Medika dan PT Waskita Karya juga akan membangun rumah sakit Pertamina Sentul City. Biaya pengembangannya diperkirakan mencapai Rp 370 miliar dan pengoperasiannya ditargetkan mulai semester II-2012.

Dalam Konsorsium pengembangan rumah sakit bertaraf internasional ini, Sentul City akan bertindak sebagai pemegang saham terbanyak mencapai 45%. Sedangkan Pertamina Bina Medika (35%) dan Wijaya Karya (20%).

“Kami telah menyiapkan lahan untuk pengembangan rumah sakit Pertamina Sentul City seluas 2,5 hektare terletak di central business district Sentul City,” ujar Presiden Direktur Sentul City Charles Sidik Jonan, baru-baru ini.

Pembangunan rumah sakit Pertamina Sentul City dilakukan empat tahap. Pengembangan tahap pertama seluas 5553,4 meter persegi dengan investasi hingga Rp 170 miliar. Sedangkan pengembangan tahap berikutnya dilakukan secara bertahap dengan luas masing-masing tahap seluas 5228,8 meter persegi.
 
 

CONTACT US

  • Kelapa Gading - 14250
  • +6221 45845303 - 04
  • +6221 45857833