Berita PERSI

Berita Terbaru

Lomba Paduan Suara Irsjam/Persi, Ketika Dokter dan Staf RS Kompak Menyanyi

Wednesday 17 September 2014
Sebanyak 19 rumah sakit (RS) mengikuti Lomba Paduan Suara Antar Rumah Sakit Anggota IRSJAM/PERSI Propinsi DKI Jakarta di Auditorium RS Pusat Pertamina, Jakarta, hari ini, Rabu (17/9).

Pengurus PERSI melakukan audiensi kepada MENKES

Wednesday 03 September 2014
Pengurus PERSI melakukan audiensi kepada MENKES untuk meminta kesediaan bu Menkes memberikan keynote Speech dalam Seminar Nasional PERSI 15 sd 18 oktober 2014

Silaturahmi dan Halal Bihalal Pengurus Pusat PERSI

Monday 11 August 2014
Tak kurang 100 orang Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan (IRSJAM) bertemu di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta, hari ini dalam acara halal bihalal.
20/02/2013 08:55:23 AM

RS Pusat Otak Nasional Dibuka 1 April

Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi meresmikan soft launching Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) di Jakarta Timur. RS PON diharapkan mulai melayani masyarakat pada 1 April 2013. Peresmian RS PON akan dilakukan Presiden RI pada awal 2014.

RS PON ini diharapkan menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan komprehensif kasus penyakit otak dan saraf.

RS PON akan dilengkapi ruangan Neuro Clinical Care. RS ini diharapkan berfungsi sebagai pilot project pelayanan khusus kesehatan otak dan saraf. RS ini nantinya diharapkan membagi kemampuannya pada RS lain.

Berdasarkan data Riset Kesehatan 2007 yang mengumpulkan data dari 1991 hingga 2007, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia. Sementara data Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) tahun 2009 menunjukkan, penyebab kematian utama di RS akibat stroke 15%, artinya 1 dari 7 kematian disebabkan stroke, dengan tingkat kecacatan mencapai 65%.

“Peningkatan prevalensi kasus stroke ini menunjukkan adanya ancaman serius bagi Bangsa Indonesia, karena selain mengakibatkan menurunnya kualitas hidup penderitanya, stroke juga mengakibatkan beban sosial dan ekonomi bagi penderita dan keluarganya, masyarakat dan negara”, kata Menkes dihadapan Anggota Komisi IX DPR RI dr. Charles J. Mesang, Pejabat Eselon I Kemenkes RI dan Diretur Utama PT Askes.

Beberapa gaya hidup dan penyakit pemicu stroke adalah merokok, minum alkohol, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit metabolik lain seperti peningkatan kadar asam urat dan kolesterol dalam darah. "Oleh karena itu, penanganan stroke dan faktor risikonya harus dilakukan secara komprehensif. Tantangan permasalahan kesehatan otak dan sistem saraf di Indonesia juga diperberat dengan masalah penyakit-penyakit otak dan sistem saraf lainnya, seperti kasus neuro-infeksi, tumor otak dan medula spinalis, kejang dan epilepsi, kelainan congenital, kecacatan pada anak baru lahir dan gangguan pada perkembangan fungsi otak dan saraf. Soft Opening ini merupakan momentum yang baik bagi jajaran manajemen RS, untuk membuktikan diri bahwa RS ini mampu menjadi pelopor pelayanan rumah sakit otak dan sistem saraf di Tanah Air, mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Nafsiah.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Supriyantoro, menyatakan, secara substansi kualitas RS PON akan menjadi Center of Excelent dimana didalamnya terdapat Advance Clinical, Restoration & Rehabilitation, Education & Training, Basic Clinical & Comprehensive Research, Product Development, dan Community Policy Development.

RS PON akan menyediakan 446 tempat tidur dan ketersediaan fasilitas UGD, OK UGD, OK Sentral, Cath Lab, Hemodialisis, Rehabilitasi Medik Neuro, Poliklinik Spesialis dan Sub-Spesialis, Poliklinik Khusus Neurobehaviour Dewasa dan Poliklinik Khusus Neurobehaviour Anak.

Setelah memberikan sambutan, Menkes meninjau kesiapan ruangan - ruangan seperti: Instalasi Gawat Darurat, Intensive Care Unit (ICU), Kamar Operasi, Unit Stroke, Ruang Rawat Inap kelas 3 dan Ruang Rawai Inap VVIP (presiden suite). (IZN - pdpersi.co.id)