Berita PERSI

Berita Terbaru

2019, Semua Puskesmas Terakreditasi, Citra Kusam pun Pupus

Thursday 28 January 2016
Kementerian Kesehatan menargetkan seluruh puskesmas di Indonesia menyandang status akreditasi. Salah satu tujuannya, masyarakat kelas menengah ke atas mau memanfaatkan layanan primer tersebut sehingga mendorong pelaksanaan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

142 Orang Pengurus Pusat Persi Dilantik Hari Ini

Tuesday 08 December 2015
Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) serta Majelis Kehormatan Etik RS Indonesia (MAKERSI) periode 2015-2018 dilantik hari ini, Selasa (8/12) di Jakarta.

Inilah 12 Sikap Kalangan Perumahsakitan Terhadap BPJS

Saturday 24 October 2015
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyerukan 12 butir pernyataan sikap  terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sikap ini didasarkan atas posisi BPJS Kesehatan sebagai satu-satunya pelaksana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta sebagai pembayar pihak ketiga terbesar bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) serta Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).
20/02/2013 08:55:23 AM

RS Pusat Otak Nasional Dibuka 1 April

Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi meresmikan soft launching Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) di Jakarta Timur. RS PON diharapkan mulai melayani masyarakat pada 1 April 2013. Peresmian RS PON akan dilakukan Presiden RI pada awal 2014.

RS PON ini diharapkan menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan komprehensif kasus penyakit otak dan saraf.

RS PON akan dilengkapi ruangan Neuro Clinical Care. RS ini diharapkan berfungsi sebagai pilot project pelayanan khusus kesehatan otak dan saraf. RS ini nantinya diharapkan membagi kemampuannya pada RS lain.

Berdasarkan data Riset Kesehatan 2007 yang mengumpulkan data dari 1991 hingga 2007, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia. Sementara data Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) tahun 2009 menunjukkan, penyebab kematian utama di RS akibat stroke 15%, artinya 1 dari 7 kematian disebabkan stroke, dengan tingkat kecacatan mencapai 65%.

“Peningkatan prevalensi kasus stroke ini menunjukkan adanya ancaman serius bagi Bangsa Indonesia, karena selain mengakibatkan menurunnya kualitas hidup penderitanya, stroke juga mengakibatkan beban sosial dan ekonomi bagi penderita dan keluarganya, masyarakat dan negara”, kata Menkes dihadapan Anggota Komisi IX DPR RI dr. Charles J. Mesang, Pejabat Eselon I Kemenkes RI dan Diretur Utama PT Askes.

Beberapa gaya hidup dan penyakit pemicu stroke adalah merokok, minum alkohol, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit metabolik lain seperti peningkatan kadar asam urat dan kolesterol dalam darah. "Oleh karena itu, penanganan stroke dan faktor risikonya harus dilakukan secara komprehensif. Tantangan permasalahan kesehatan otak dan sistem saraf di Indonesia juga diperberat dengan masalah penyakit-penyakit otak dan sistem saraf lainnya, seperti kasus neuro-infeksi, tumor otak dan medula spinalis, kejang dan epilepsi, kelainan congenital, kecacatan pada anak baru lahir dan gangguan pada perkembangan fungsi otak dan saraf. Soft Opening ini merupakan momentum yang baik bagi jajaran manajemen RS, untuk membuktikan diri bahwa RS ini mampu menjadi pelopor pelayanan rumah sakit otak dan sistem saraf di Tanah Air, mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Nafsiah.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Supriyantoro, menyatakan, secara substansi kualitas RS PON akan menjadi Center of Excelent dimana didalamnya terdapat Advance Clinical, Restoration & Rehabilitation, Education & Training, Basic Clinical & Comprehensive Research, Product Development, dan Community Policy Development.

RS PON akan menyediakan 446 tempat tidur dan ketersediaan fasilitas UGD, OK UGD, OK Sentral, Cath Lab, Hemodialisis, Rehabilitasi Medik Neuro, Poliklinik Spesialis dan Sub-Spesialis, Poliklinik Khusus Neurobehaviour Dewasa dan Poliklinik Khusus Neurobehaviour Anak.

Setelah memberikan sambutan, Menkes meninjau kesiapan ruangan - ruangan seperti: Instalasi Gawat Darurat, Intensive Care Unit (ICU), Kamar Operasi, Unit Stroke, Ruang Rawat Inap kelas 3 dan Ruang Rawai Inap VVIP (presiden suite). (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902