Berita PERSI

Berita Terbaru

Etika Pengambilan Foto/Video di Lingkungan RS

Thursday 15 February 2018
Setelah maraknya foto dan video yang viral di linimasa terkait dengan kasus yang terjadi di RS, Persian pada minggu ini mendiskusikan pengambilan gambar di RS, baik gambar pasien, tenaga medis maupun suasana di RS.

PERSI Gelar Webinar Bahas Limbah Medis RS

Wednesday 17 January 2018
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), RS, dinas kesehatan, serta pihak-pihak terkait harus segera mencari solusi atas masalah penanganan limbah medis yang dihasilkan RS dan fasilitas kesehatan lainnya.

PERSI Akan Berpartisipasi dalam Kongres International Hospital Federation 2018 di Australia

Monday 15 January 2018
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) akan berpartisipasi dalam 42nd World Hospital Congress, pada 10-12 October 2018 di Brisbane Convention & Exhibition Centre (BCEC), Australia.
17/01/2018 11:50:01 PM

PERSI Gelar Webinar Bahas Limbah Medis RS

Jakarta -
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), RS, dinas kesehatan, serta pihak-pihak terkait harus segera mencari solusi atas masalah penanganan limbah medis yang dihasilkan RS dan fasilitas kesehatan lainnya.

Demikian terungkap dalam webinar yang digelar PERSI pada Selasa (16/1) yang diselenggarakan di kantor pusat PERSI di Jakarta Selatan dan diikuti anggota PERSi di Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan daerah-daerah lainnya.

Webinar dipimpin Dr. dr. Lia G Partakusuma, Sp.PK, Ketua  Kompartemen Manajemen Penunjang PERSI.

dr. Lia memaparkan, temuan limbah medis yang dibuang begitu saja di pinggir jalan di Cirebon, Jawa Barat. Sebanyak 34 RS di DKI Jakarta dan Lampung telah dipanggil Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Perwakilan RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo dan RS Pusat Pertamina, tiga RS yang masuk dalam daftar 34 RS yang dipanggil KLHK, mengungkapkan, mereka diperlihatkan foto yang memuat limbah medis yang bertuliskan nama RS-RS.

Selama ini, lanjut Lia, RS-RS telah menyerahkan pengelolaan limbah medisnya pada pihak ketiga. Sebagian RS, salah satunya RSCM, sebenarnya memiliki incinerator serta izin pengoperasiannya. Namun, karena pertimbangan atas dampak yang dihasilkan pada lingkungan sekitar, serta kenyamanan pasien, maka diputuskan insinerator tidak difungsikan.

Sayangnya, pihak ketiga, yang terdiri atas transporter atau pengangkut serta pengelola limbah medis itu ternyata tidak menjalankan fungsinya secara optimal, hingga ditemukannya kasus limbah medis di Cirebon.
(IZn - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902