Berita PERSI

Berita Terbaru

PERSI, FK UGM, INRUD dan ADINKES Berkolaborasi Kendalikan Antimikroba

Monday 02 April 2018
Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Divisi Farmakologi Klinik, International Network for Rational Use of Drugs Indonesia (INRUD Indonesia) serta Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) akan menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan bertema Meningkatkan Penggunaan Rasional dan Mengurangi Konsumsi Anti-Infeksi untuk Pengendalian Resistensi Antimikroba Pendekatan Partisipatif, lnstitusional dari Bawah pada Kamis (5/4) di ruang Ruang Theater Gedung Perputakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Yogyakarta.

PERSI Ajukan Alternatif Solusi Defisit JKN

Saturday 03 March 2018
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengajukan rekomendasi untuk mengatasi defisit dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Wamen Keuangan di Seminar Nasional PERSI: RS Jangan Risau Soal Tagihan, Kami Siapkan 8 Bauran Kebijakan

Saturday 03 March 2018
Defisit anggaran BPJS Kesehatan, keterlambatan pembayaran klaim RS hingga kemungkinan kenaikan tarif INA CBGs dikupas dalam Seminar Nasional Perhimpunan RS Seluruh Indonesia (PERSI) Kupas Tablet Tuntas Implementasi Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi RS Mengatasi Gangguan Cash Flows Melalui Penyusunan Road Map Defisit JKN di Jakarta, hari ini, Sabtu (3/3).
17/01/2018 11:50:01 PM

PERSI Gelar Webinar Bahas Limbah Medis RS

Jakarta -
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), RS, dinas kesehatan, serta pihak-pihak terkait harus segera mencari solusi atas masalah penanganan limbah medis yang dihasilkan RS dan fasilitas kesehatan lainnya.

Demikian terungkap dalam webinar yang digelar PERSI pada Selasa (16/1) yang diselenggarakan di kantor pusat PERSI di Jakarta Selatan dan diikuti anggota PERSi di Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan daerah-daerah lainnya.

Webinar dipimpin Dr. dr. Lia G Partakusuma, Sp.PK, Ketua  Kompartemen Manajemen Penunjang PERSI.

dr. Lia memaparkan, temuan limbah medis yang dibuang begitu saja di pinggir jalan di Cirebon, Jawa Barat. Sebanyak 34 RS di DKI Jakarta dan Lampung telah dipanggil Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Perwakilan RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo dan RS Pusat Pertamina, tiga RS yang masuk dalam daftar 34 RS yang dipanggil KLHK, mengungkapkan, mereka diperlihatkan foto yang memuat limbah medis yang bertuliskan nama RS-RS.

Selama ini, lanjut Lia, RS-RS telah menyerahkan pengelolaan limbah medisnya pada pihak ketiga. Sebagian RS, salah satunya RSCM, sebenarnya memiliki incinerator serta izin pengoperasiannya. Namun, karena pertimbangan atas dampak yang dihasilkan pada lingkungan sekitar, serta kenyamanan pasien, maka diputuskan insinerator tidak difungsikan.

Sayangnya, pihak ketiga, yang terdiri atas transporter atau pengangkut serta pengelola limbah medis itu ternyata tidak menjalankan fungsinya secara optimal, hingga ditemukannya kasus limbah medis di Cirebon.
(IZn - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902