Figur

Berita Terbaru

Kuntjoro: PERSI adalah Organisasi Pembelajaran

Wednesday 30 November 2016
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) akan membantu kalangan perumahsakitan menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). PERSI akan berkontribusi dengan menjadi penghubung antara RS dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan baik pada kasus-kasus teknis maupun menyelenggarakan berbagai forum diskusi untuk merumuskan solusi. 

Pantun Menkes Sambut Anung Sugihantono, Dirjen Baru

Wednesday 15 January 2014
“Awan putih tergurat jelas berarak di langit biru, ditemani angin yang bertiup perlahan. Selamat bertugas Dirjen GiKIA yang baru, selamat bergabung di Keluarga Kementerian Kesehatan,“ ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi berpantun.

Wamenkes Bernyanyi untuk PP Tembakau

Wednesday 06 February 2013
"Lagu ini saya tulis spesial untuk melakukan sosialisasi PP Tembakau," ujar Ghufron yang menyanyikan sendiri lagunya dalam sosialisasi PP Tembakau yang digelar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, belum lama ini.
Arsip
30/11/2016 01:57:49 PM

Kuntjoro: PERSI adalah Organisasi Pembelajaran

Jakarta -
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) akan membantu kalangan perumahsakitan menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). PERSI akan berkontribusi dengan menjadi penghubung antara RS dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan baik pada kasus-kasus teknis maupun menyelenggarakan berbagai forum diskusi untuk merumuskan solusi. 

“Kami aktif berbicara dengan Kementrian Kesehatan, BPJS Kesehatan, duduk bersama untuk menyamakan persepsi. Bahkan satu bulan sekali, kami rutin menyelenggarakan 

Indonesia Healthcare Forum yang bergilir diadakan dari satu RS ke RS yang lain, diikuti kalangan perumahsakitan, masalah-masalah dikupas di sana, agar penyelesaiannya ditemukan,” kata Dr. Kuntjoro AP,M.Kes, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) periode 2015-2018 ketika dijumpai pdpersi.co.id usai pembukaan Seminar Nasional PERSI di Jakarta, Kamis (19/10).

Kuntjoro yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum  Asosiasi RS Daerah (Arsada), kini memimpin PERSI yang menjadi induk organisasi perumahsakitan, dan mewadahi kepentingan kalangan perumahsakitan yang dimiliki swasta, pemerintah dan yayasan.

Kuntjoro juga menjanjikan, PERSI juga akan mendedikasikan diri sebagai organisasi pembelajaran bagi para anggotanya. Berbagai pelatihan akan diberikan untuk makin memberdayakan manajemen perumahsakitan, termasuk dengan fasilitas webinar yang memungkinkan pembelajaran dilakukan jarak jauh, baik itu sebagai fasilitas berbayar maupun gratis. Fasilitas berbasis internet ini memungkinkan peserta pelatihan mengikuti pemaparan narasumber serta berkonsultasi tanpa harus datang ke lokasi seminar. Kondisi ini akan membuat RS memeroleh pengetahuan dan keterampilan terbaru dengan menghemat biaya. 

Terkait dukungan PERSI agar RS melakukan proses akreditasi, Kuntjoro mengingatkan agar pendaftaran dan penyiapan akreditasi tak menjadi tujuan utama. “RS harus berfokus pada peningkatan kualitas layanan, kalau cuma akreditasi yang dikejar, setelah didapat, kualitasnya bubar jalan,” kata Kuntjoro. 

Data Kementerian Kesehatan, seperti yang disebutkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat membuka Seminar Nasional, hingga pertengahan Oktober 2016, RS yang telah terakreditasi berjumlah 538 atau baru sebanyak 20,8%, terdiri dari RS pemerintah 7,8% dan RS swasta 13%. 

Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak yang memiliki RS yang telah terakreditasi, yakni 111 namun tercatat pula masih ada provinsi yang belum memiliki RS terakreditasi. 
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902