Berita RS

Berita Terbaru

Siloam Terus Buka Rumah Sakit, Termasuk di Pelosok.

Thursday 23 October 2014
Jaringan Siloam Hospital yang berada dibawah naungan Lippo Group akan terus membuka rumah sakit-rumah sakit (RS) baru di Indonesia, tak hanya di lokasi perkotaan namun juga pelosok.

Empat dari Delapan RS Awal Bros Group Raih Akreditasi Internasional Joint Commision International (JCI)

Thursday 02 October 2014
Empat dari delapan rumah sakit yang tergabung dalam Awal Bros Hospital Group meraih akreditasi international dari Joint Commision International (JCI). Akreditasi tersebut diperoleh setelah tim JCI yang berpusat di Amerika Serikat melakukan survei di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang, Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, Rumah Sakit Awal Bros Batam dan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pada bulan April dan Juni tahun 2014 ini.

RS Siloam Senilai Rp 400 Miliar Akan Dibuka di Bandung

Sunday 28 September 2014
Rumah sakit (RS) Siloam milik Lippo Group delapan lantai dengan nilai investasi Rp400 miliar dan diklaim bertaraf internasional, dibangun di Bandung. RS ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu milik PT Lippo Karawaci Tbk senilai Rp680 miliar. 
04/06/2013 05:30:40 AM

Enam RS Swasta Layani Jaminan Kesehatan Bali Mandara

Jakarta - Enam rumah sakit (RS) swasta bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali melayani pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).   "Enam RS ini mulai melayani pasien JKBM sejak 1 Mei 2013 sehingga mereka bisa menerima pasien rujukan dari puskesmas maupun pasien gawat darurat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya.
 
Enam RS yang melayani JKBM itu tersebar di Kabupaten Buleleng, yaitu RS Parama Sidhi, RS Kerta Usadha, dan RS Karya Dharma Usadha. Di Kota Denpasar, RS Puri Raharja dan RS Bhakti Rahayu sedangkan satu RS lainnya berada di Kabupaten Gianyar, yaitu RS Ganesha.
 
RS swasta yang melayani JKBM harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu sudah mempunyai kelas, terakreditasi dan harus menyiapkan 10% dari jumlah kamar untuk ruang perawatan kelas III.
 
"Sama halnya dengan RS Umum Daerah (RSUD) di Bali yang sejak 2010 sudah melayani JKBM, maka RS swasta ini harus mematuhi ketentuan tarif peraturan gubernur. Artinya yang dibayar Pemprov Bali kepada RS swasta sesuai pergub, bukan berdasarkan tarif masing-masing RS. Sedangkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis karena sudah dibayar oleh pemerintah," ucapnya.
 
Suarjaya menegaskan, kerja sama ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan dan memberatkan RS swasta karena pada dasarnya digunakan sistem pembayaran atas jumlah pelayanan yang diberikan (fee for service). Jasa pelayanan itu dibayarkan pemerintah kepada RS swasta di luar biaya obat-obatan.  Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota pada 2013 mengalokasikan anggaran Rp280,662 miliar untuk melayani pasien JKBM.
 
Ia mencontohkan, RSUD Tabanan sudah mendapatkan Rp3,5 miliar dari JKBM, juga Puskesmas Denpasar Selatan mendapatkan Rp60 juta per tahun dari pengelolaan JKBM.
 
"Rumah sakit swasta yang telah bergabung dalam JKBM tetap akan kami evaluasi secara berkala dan kapan pun bisa distop kalau tidak memenuhi standar," katanya.
 
Sementara itu, Direktur RS Puri Raharja Denpasar dr Nyoman Sutedja mengatakan sejak rumah sakit yang dipimpinnya melayani JKBM, ruang perawatan kelas III penuh terus dan respons masyarakat cukup bagus.
 
"Untuk pasien JKBM kami menyediakan enam tempat tidur dan dalam sebulan ini sudah melayani 25 pasien JKBM," kata mantan Kepala Dinkes Bali itu.
(IZN - pdpersi.co.id)