Cakrawala

Berita Terbaru

Bangunan, SDM dan Manajemen Siap, RSP Urung Dibuka Menunggu Izin Keluar

Tuesday 30 August 2016
Jadwal pembukaan dan peresmian beroperasinya Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang semula ditargetkan September 2016, belum dapat dipastikan realisasinya. RSP itu diroyeksikan sebagai motor kegiatan
pendidikan kesehatan di Unand.

Ingin Naik Jadi Tipe C, RSUD Harus Tambah 100 Bed

Monday 29 August 2016
Ingin statusnya meningkat dari tipe C menjadi Tipe B, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Paniai, Papua akan menambah 100 tempat tidur sehingga total akan ada 200 bed di sana.

Pola Makan Nabati, Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Kanker dan Diabetes

Monday 29 August 2016
Pola konsumsi makanan nabati, seperti padi, kacang dan buah dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 97%. Riset American Cancer Society itu juga mengungkap, dengan tidak mengkonsumsi daging dapat menghindari diri dari kanker hingga 60%.
27/12/2012 10:44:13 PM

Ini Dia Manfaat Perempuan Dikhitan!

Jakarta - Pakar hukum Islam dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo mengatakan, ada banyak manfaat dari perempuan yang dikhitan. Selain menjaga kesehatan, khitan pada kaum hawa terutama muslimah, bisa menstabilkan syahwat wanita.

“Jika tak dikhitan, bau bisa melekat dan bersarang pada bagian kewanitaan. Manfaat lain adalah kebersihan tentu bisa terjaga sehingga prilaku wanita ke depan akan lebih baik sesuai tuntunan ajaran agama,” ujar Prof Huzaemah di Jakarta, kemarin.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, khitan bagi perempuan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana tudingan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sesungguhnya, jika wanita tak dikhitan justru melanggar HAM," tegasnya.

Meski memiliki manfaat besar,  saat ini ada ada banyak penentangan terhadap khitan terhadap anak perempuan, terutama dari WHO.  Badan dunia tersebut beberapa tahun silam mengelurkan imbauan agar perempuan dilarang untuk dikhitan, karena itu melanggar HAM.  “Mereka menilai, khitan ke depan, bisa mengurangi kenikmatan perempuan dalam melakukan aktivitas seksualitas bersama pasangannya,” tuturnya.

Justru, menurut Prof Huzaemahm perempuan yang tidak dikhitan bisa membawa keburukan pada diri mereka sendiri. “Mengkhitan perempuan bagi seorang penganut agama Islam sudah lama dilaksanakan, bahkan Nabi Muhammad SAW melakukan khitan kepada putrinya sendiri. Hanya saja, khitan bagi anak perempuan dan lelaki berbeda,” tuturnya.

Dia mengakui, banyak kalangan yang menentang khitan pada perempuan karena mereka belum mengetahui khitan  tersebut dan menyamakannya dengan khitan pada laki-laki. WHO misalnya memahami bahwa khitan yang dimaksud seperti melakukan mutilasi pada bagian kewanitaan.

“ WHO melihat kasus khitan perempuan  seperti yang terjadi di Afrika. Yang benar sebagaimana dipahami umat Islam adalah dipotong bagian atas clitoris. Dilakukan sekedarnya, hanya buka selaput bagian atas clitoris," ujar dia.

Menurut Prof Huzaemah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah meminta jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan kepada para bidan, maupun dokter tentang cara melakukan khitan bagi wanita. “Hasilnya, memang menggembirakan dan para wanita muslim tetap dikhitan sampai saat ini,” tuturnya. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902