Cakrawala

Berita Terbaru

Jadi RS Regional, RSUD Harus Tipe B

Thursday 17 April 2014
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari, Sentani, Papua harus meningkatkan statusnya dari tipe D menjadi B untuk memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit (RS) regional bagi  kawasan Indonesia timur.

Sadaralergi.com Bantu Anda Deteksi Alergi

Thursday 17 April 2014
Anda alergi tapi belun tahu apa pemicunya? Buka saja www.sadaralergi.com yang bisa membantu Anda mendeteksi alergi. "Pencegahan alergi secara dini dapat mengurangi potensi membengkaknya biaya pengobatan di kemudian hari,

Ini Tanya Jawab Tentang Jus, Efektifitasnya Buat Diet dan Detox!

Wednesday 16 April 2014
Jus.., apakah anda penggemarnya? Juga banyak orang di luar sana? Para penyuka jus  meyakini minuman ini ampuh mencegah penyakit juga mengurangi berat bedan. Tentu saja, selalu mengasyikkan ketika anda bisa mencampur brokoli, ketimun, dan memadukannya dengan stroberi untuk mendapatkan rasa manis.
27/12/2012 10:44:13 PM

Ini Dia Manfaat Perempuan Dikhitan!

Jakarta - Pakar hukum Islam dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo mengatakan, ada banyak manfaat dari perempuan yang dikhitan. Selain menjaga kesehatan, khitan pada kaum hawa terutama muslimah, bisa menstabilkan syahwat wanita.

“Jika tak dikhitan, bau bisa melekat dan bersarang pada bagian kewanitaan. Manfaat lain adalah kebersihan tentu bisa terjaga sehingga prilaku wanita ke depan akan lebih baik sesuai tuntunan ajaran agama,” ujar Prof Huzaemah di Jakarta, kemarin.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, khitan bagi perempuan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana tudingan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sesungguhnya, jika wanita tak dikhitan justru melanggar HAM," tegasnya.

Meski memiliki manfaat besar,  saat ini ada ada banyak penentangan terhadap khitan terhadap anak perempuan, terutama dari WHO.  Badan dunia tersebut beberapa tahun silam mengelurkan imbauan agar perempuan dilarang untuk dikhitan, karena itu melanggar HAM.  “Mereka menilai, khitan ke depan, bisa mengurangi kenikmatan perempuan dalam melakukan aktivitas seksualitas bersama pasangannya,” tuturnya.

Justru, menurut Prof Huzaemahm perempuan yang tidak dikhitan bisa membawa keburukan pada diri mereka sendiri. “Mengkhitan perempuan bagi seorang penganut agama Islam sudah lama dilaksanakan, bahkan Nabi Muhammad SAW melakukan khitan kepada putrinya sendiri. Hanya saja, khitan bagi anak perempuan dan lelaki berbeda,” tuturnya.

Dia mengakui, banyak kalangan yang menentang khitan pada perempuan karena mereka belum mengetahui khitan  tersebut dan menyamakannya dengan khitan pada laki-laki. WHO misalnya memahami bahwa khitan yang dimaksud seperti melakukan mutilasi pada bagian kewanitaan.

“ WHO melihat kasus khitan perempuan  seperti yang terjadi di Afrika. Yang benar sebagaimana dipahami umat Islam adalah dipotong bagian atas clitoris. Dilakukan sekedarnya, hanya buka selaput bagian atas clitoris," ujar dia.

Menurut Prof Huzaemah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah meminta jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan kepada para bidan, maupun dokter tentang cara melakukan khitan bagi wanita. “Hasilnya, memang menggembirakan dan para wanita muslim tetap dikhitan sampai saat ini,” tuturnya. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Komplek Sentra Bisnis Artha Gading Kelapa Gading - 14250
  • +6221 45845223
  • +6221 45845291