Cakrawala

Berita Terbaru

Industri Lesu, PHK Merebak, BPJS Kesehatan Terimbas

Monday 05 December 2016
Selain kedisiplinan peserta mandiri membayar iuran serta komunikasi dengan rumah sakit (RS) sebagai mitra pelaksana pelayanannya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga menghadapi tantangan berkurangnya peserta dengan munculnya ancaman PHK sejumlah perusahaan.

Baru 1,8% Pria Indonesia Mau Berkondom

Wednesday 30 November 2016
Partisipasi pria berkondom secara nasional baru 1,8% padahal dibanding alat kontrasepsi lainnya, kondom berperan ganda yaitu mengatur kehamilan sekaligus mencegah penularan HIV/AIDS. Angka itu dipicu rasa tidak nyaman kaum pria juga faktor sugesti.  Kondisi ini harus diantisipasi dengan gencarnya promosi penggunaan kondom.

74,4% Anak 6 tahun Alami Karies Gigi

Tuesday 29 November 2016
Sebanyak 74,4% anak usia 6 tahun di Indonesia mengalami karies gigi dan pada usia 12 tahun, prevalensinya menjadi 59,3%. Artinya, ada 73,9% anak usia 6 dan 12 tahun yang memiliki karies gigi tak terawat. Demikian terungkap dalam survey PT Unilever Tbk dan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Profesi Kedokteran Gigi Masyarakat Indonesia. 
27/12/2012 10:44:13 PM

Ini Dia Manfaat Perempuan Dikhitan!

Jakarta - Pakar hukum Islam dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo mengatakan, ada banyak manfaat dari perempuan yang dikhitan. Selain menjaga kesehatan, khitan pada kaum hawa terutama muslimah, bisa menstabilkan syahwat wanita.

“Jika tak dikhitan, bau bisa melekat dan bersarang pada bagian kewanitaan. Manfaat lain adalah kebersihan tentu bisa terjaga sehingga prilaku wanita ke depan akan lebih baik sesuai tuntunan ajaran agama,” ujar Prof Huzaemah di Jakarta, kemarin.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, khitan bagi perempuan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana tudingan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sesungguhnya, jika wanita tak dikhitan justru melanggar HAM," tegasnya.

Meski memiliki manfaat besar,  saat ini ada ada banyak penentangan terhadap khitan terhadap anak perempuan, terutama dari WHO.  Badan dunia tersebut beberapa tahun silam mengelurkan imbauan agar perempuan dilarang untuk dikhitan, karena itu melanggar HAM.  “Mereka menilai, khitan ke depan, bisa mengurangi kenikmatan perempuan dalam melakukan aktivitas seksualitas bersama pasangannya,” tuturnya.

Justru, menurut Prof Huzaemahm perempuan yang tidak dikhitan bisa membawa keburukan pada diri mereka sendiri. “Mengkhitan perempuan bagi seorang penganut agama Islam sudah lama dilaksanakan, bahkan Nabi Muhammad SAW melakukan khitan kepada putrinya sendiri. Hanya saja, khitan bagi anak perempuan dan lelaki berbeda,” tuturnya.

Dia mengakui, banyak kalangan yang menentang khitan pada perempuan karena mereka belum mengetahui khitan  tersebut dan menyamakannya dengan khitan pada laki-laki. WHO misalnya memahami bahwa khitan yang dimaksud seperti melakukan mutilasi pada bagian kewanitaan.

“ WHO melihat kasus khitan perempuan  seperti yang terjadi di Afrika. Yang benar sebagaimana dipahami umat Islam adalah dipotong bagian atas clitoris. Dilakukan sekedarnya, hanya buka selaput bagian atas clitoris," ujar dia.

Menurut Prof Huzaemah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah meminta jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan kepada para bidan, maupun dokter tentang cara melakukan khitan bagi wanita. “Hasilnya, memang menggembirakan dan para wanita muslim tetap dikhitan sampai saat ini,” tuturnya. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902