Cakrawala

Berita Terbaru

Jangan Sampai Sakit Gara-Gara Pilkada, Ini Kiat Sehat Buat PPS, Tim Sukses dan Fans Paslon!

Wednesday 15 February 2017
Awas, risiko kesehatan mengintai pihak-pihak yang terkait penyelenggaraan Pilkada serentak. Kewaspadaan itu harus dimiliki pimpinan dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat dan daerah, serta penyelenggara pemilu mulai PPK, PPS dan KPPS baik ditingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten dan tingkat provinsi. Selain itu, risiko serupa mesti diantisipasi tim sukses dan para fans calon kepala daerah.

RS Siloam Kebun Jeruk Edukasi Pencegahan Kanker Payudara

Monday 13 February 2017
Kaum perempuan diperingatkan tidak melakukan suntik silikon pada payudara karena meningkatkan risiko kesehatan. Jika ingin memperindah payudara, diharapkan jangan ke salon tetapi ke dokter bedah plastik, karena suntik silikon di salon meningkatkan risiko sekaligus menyulitkan melakukan pendeteksian dini kanker payudara.

Nyeri Mirip Sensasi Jelang Menstruasi Itu Ternyata Penanda Kanker

Thursday 09 February 2017
Rasa nyeri pada payudara itu ternyata bukan dipicu menstruasi. Sensasi rasa sakit yang terjadi berkelanjutan, mirip kondisi yang dirasakan menjelang atau sedang memasuki periode menstruasi itu ternyata dipicu kanker payudara.
27/12/2012 10:44:13 PM

Ini Dia Manfaat Perempuan Dikhitan!

Jakarta - Pakar hukum Islam dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo mengatakan, ada banyak manfaat dari perempuan yang dikhitan. Selain menjaga kesehatan, khitan pada kaum hawa terutama muslimah, bisa menstabilkan syahwat wanita.

“Jika tak dikhitan, bau bisa melekat dan bersarang pada bagian kewanitaan. Manfaat lain adalah kebersihan tentu bisa terjaga sehingga prilaku wanita ke depan akan lebih baik sesuai tuntunan ajaran agama,” ujar Prof Huzaemah di Jakarta, kemarin.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, khitan bagi perempuan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana tudingan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sesungguhnya, jika wanita tak dikhitan justru melanggar HAM," tegasnya.

Meski memiliki manfaat besar,  saat ini ada ada banyak penentangan terhadap khitan terhadap anak perempuan, terutama dari WHO.  Badan dunia tersebut beberapa tahun silam mengelurkan imbauan agar perempuan dilarang untuk dikhitan, karena itu melanggar HAM.  “Mereka menilai, khitan ke depan, bisa mengurangi kenikmatan perempuan dalam melakukan aktivitas seksualitas bersama pasangannya,” tuturnya.

Justru, menurut Prof Huzaemahm perempuan yang tidak dikhitan bisa membawa keburukan pada diri mereka sendiri. “Mengkhitan perempuan bagi seorang penganut agama Islam sudah lama dilaksanakan, bahkan Nabi Muhammad SAW melakukan khitan kepada putrinya sendiri. Hanya saja, khitan bagi anak perempuan dan lelaki berbeda,” tuturnya.

Dia mengakui, banyak kalangan yang menentang khitan pada perempuan karena mereka belum mengetahui khitan  tersebut dan menyamakannya dengan khitan pada laki-laki. WHO misalnya memahami bahwa khitan yang dimaksud seperti melakukan mutilasi pada bagian kewanitaan.

“ WHO melihat kasus khitan perempuan  seperti yang terjadi di Afrika. Yang benar sebagaimana dipahami umat Islam adalah dipotong bagian atas clitoris. Dilakukan sekedarnya, hanya buka selaput bagian atas clitoris," ujar dia.

Menurut Prof Huzaemah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah meminta jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan kepada para bidan, maupun dokter tentang cara melakukan khitan bagi wanita. “Hasilnya, memang menggembirakan dan para wanita muslim tetap dikhitan sampai saat ini,” tuturnya. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902