Cakrawala

Berita Terbaru

Riset di RS Temukan Resistensi Antimikroba

Thursday 30 October 2014
Riset di beberapa rumah sakit (RS) di  Surabaya dan Semarang menunjukkan adanya resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance. Resistensi antimikroba merupakan masalah serius di dunia, termasuk Indonesia.

Inilah Nama Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit 2014-2019

Thursday 30 October 2014
Inilah nama-nama anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) yang akan bertugas pada 2014 hingga 2019 Slamet Riyadi Yuwono, mantan Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, Kementerian Kesehatan, Daeng M Faqih dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tien Gartinah mewakili Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Soemaryono Rahardjo

Empat RS Awal Bros Raih Akreditasi JCI

Thursday 30 October 2014
Empat dari delapan rumah sakit (RS) yang tergabung dalam Awal Bros Hospital Group meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI) yaitu yang berlokasi di Batam, Bekasi, Pekanbaru dan Tangerang.
27/12/2012 10:44:13 PM

Ini Dia Manfaat Perempuan Dikhitan!

Jakarta - Pakar hukum Islam dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo mengatakan, ada banyak manfaat dari perempuan yang dikhitan. Selain menjaga kesehatan, khitan pada kaum hawa terutama muslimah, bisa menstabilkan syahwat wanita.

“Jika tak dikhitan, bau bisa melekat dan bersarang pada bagian kewanitaan. Manfaat lain adalah kebersihan tentu bisa terjaga sehingga prilaku wanita ke depan akan lebih baik sesuai tuntunan ajaran agama,” ujar Prof Huzaemah di Jakarta, kemarin.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, khitan bagi perempuan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagaimana tudingan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sesungguhnya, jika wanita tak dikhitan justru melanggar HAM," tegasnya.

Meski memiliki manfaat besar,  saat ini ada ada banyak penentangan terhadap khitan terhadap anak perempuan, terutama dari WHO.  Badan dunia tersebut beberapa tahun silam mengelurkan imbauan agar perempuan dilarang untuk dikhitan, karena itu melanggar HAM.  “Mereka menilai, khitan ke depan, bisa mengurangi kenikmatan perempuan dalam melakukan aktivitas seksualitas bersama pasangannya,” tuturnya.

Justru, menurut Prof Huzaemahm perempuan yang tidak dikhitan bisa membawa keburukan pada diri mereka sendiri. “Mengkhitan perempuan bagi seorang penganut agama Islam sudah lama dilaksanakan, bahkan Nabi Muhammad SAW melakukan khitan kepada putrinya sendiri. Hanya saja, khitan bagi anak perempuan dan lelaki berbeda,” tuturnya.

Dia mengakui, banyak kalangan yang menentang khitan pada perempuan karena mereka belum mengetahui khitan  tersebut dan menyamakannya dengan khitan pada laki-laki. WHO misalnya memahami bahwa khitan yang dimaksud seperti melakukan mutilasi pada bagian kewanitaan.

“ WHO melihat kasus khitan perempuan  seperti yang terjadi di Afrika. Yang benar sebagaimana dipahami umat Islam adalah dipotong bagian atas clitoris. Dilakukan sekedarnya, hanya buka selaput bagian atas clitoris," ujar dia.

Menurut Prof Huzaemah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah meminta jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan kepada para bidan, maupun dokter tentang cara melakukan khitan bagi wanita. “Hasilnya, memang menggembirakan dan para wanita muslim tetap dikhitan sampai saat ini,” tuturnya. (IZN - pdpersi.co.id)