Cakrawala

Berita Terbaru

RS Pelni Lakukan Perbaikan Implementasi JKN Berkesinambungan

Wednesday 14 February 2018
Inilah inovasi yang dilakukan RS Pelni, hingga Direkturnya, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), memperoleh Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI.

Implementasikan JKN Optimal, Direktur RS Pelni Raih Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI

Wednesday 14 February 2018
Tantangan terbesar sistem pelayanan kesehatan Indonesia, pasca implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah peningkatan mutu layanan pada pasien dan pengembangan sumber manusianya.

Menkes: Wartawan Harus Cek Kesehatan, Tenggat Waktu dan Jam Kerja Tak Menentu Rawan Picu Penyakit

Tuesday 13 February 2018
Para wartawan dihimbau Menteri Kesehatan Nila F Moeloek rutin mengecek kesehatan secara berkala, mengingat jam kerja profesi jurnalis yang tidak menentu, pun tekanan dari tenggat waktu yang ketat berpotensi mengganggu kesehatan.
14/01/2013 09:45:32 AM

1,4 juta Kematian Akibat Infeksi di RS

Jakarta - Kebersihan tangan petugas medis juga pihak-pihak yang berada di dalam rumah sakit (RS) dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang dipicu interaksi berbagai orang yang berada di RS "Kebersihan tangan wajib hukumnya diterapkan. Sebelum memegang pasien, tenaga medis baik dokter maupun perawat wajib mencuci tangan," ujar Costy Ketua Himpunan Perawat Pengendalian Infeksi Indonesia Costy Pandjaitan CVRN SKM MARS dalam Simposium Ilmiah Teknologi Mutakhir sebagai Perlindungan dari Kuman dan Perannya dalam Mencegah Infeksi Nosokomial yang dihadiri 470 tenaga kesehatan dari Jakarta, Banten serta Jawa Barat di Hotel Kempinski Jakarta, pekan lalu.

RS, kata Costy, merupakan salah satu tempat dimana kuman dan virus banyak berkembang biak, terdapat pasien dengan beragam penyakit berkumpul disana.

Menurut data WHO, infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia dengan 1,4 juta angka kematian di seluruh dunia.
   
Tenaga medis, lanjut Costy, mempunyai potensi besar untuk mencederai pasien."Di negara berkembang potensi infeksi yang terjadi akibat interaksi di RS 20 kali lipat dibandingkan negara maju," tambah dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, tenaga medis perlu memperhatikan kebersihan tangan sebelum melakukan tindakan terhadap pasien. "Memang sepertinya sederhana, tapi itu sangat penting agar kuman penyakit tidak masuk ke tubuh pasien," tukas dia.
   
Dia juga menghimbau agar RS harus memperhatikan sarana dan prasarana bagi kebersihan tangan tenaga medis. Selain interaksi langsung, penularan kuman di RS dapat terjadi melalui penularan melalui udara dan inhalasi.

Infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Petugas medis yaitu dokter, perawat, petugas laboratorium, dan petugas administrasi, serta pasien dan pengunjung RS adalah orang yang paling rentan terkena infeksi nosokomial. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902