Cakrawala

Berita Terbaru

Karakter Perawat Indonesia Disukai Negara Lain, Termasuk Jepang

Monday 29 June 2015
Sebanyak 66 perawat dan 212 care workers atau petugas pelayanan asal Indonesia dikirim ke berbagai fasilitas kesehatan di Jepang. Program pengiriman perawat Indomesia ke Jepang yang dinaungi program Indonesian Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) ini telah dilaksanakan sejak 2008, dengan total 547 perawat dan 966 care workers telah ditempatkan.

Naikkan Harga Rokok Tiga Kali Lipat, Gunakan Dananya untuk JKN

Sunday 28 June 2015
Cukai rokok diusulkan dinaikkan dan tambahan perolehan negara yang diperoleh, bisa digunakan untuk menambah anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terutama, untuk menambah anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diterima masyarakat berpendapatan rendah.

Jamaah Umroh dan Calon Haji Harus Hindari Unta

Thursday 25 June 2015
Para calon haji dan jamaah umrah diminta mewaspadai perkembangan kasus MERS CoV. Lakukan tiga kunci pencegahan, seringlah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, selama setidaknya 20 detik, hindari kontak dengan unta dan tidak perlu foto dengan menaiki atau berdekatan dengan unta. Ketiga, jangan minum susu unta mentah dan tidak perlu jalan-jalan ke peternakan unta.
14/01/2013 09:45:32 AM

1,4 juta Kematian Akibat Infeksi di RS

Jakarta - Kebersihan tangan petugas medis juga pihak-pihak yang berada di dalam rumah sakit (RS) dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang dipicu interaksi berbagai orang yang berada di RS "Kebersihan tangan wajib hukumnya diterapkan. Sebelum memegang pasien, tenaga medis baik dokter maupun perawat wajib mencuci tangan," ujar Costy Ketua Himpunan Perawat Pengendalian Infeksi Indonesia Costy Pandjaitan CVRN SKM MARS dalam Simposium Ilmiah Teknologi Mutakhir sebagai Perlindungan dari Kuman dan Perannya dalam Mencegah Infeksi Nosokomial yang dihadiri 470 tenaga kesehatan dari Jakarta, Banten serta Jawa Barat di Hotel Kempinski Jakarta, pekan lalu.

RS, kata Costy, merupakan salah satu tempat dimana kuman dan virus banyak berkembang biak, terdapat pasien dengan beragam penyakit berkumpul disana.

Menurut data WHO, infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia dengan 1,4 juta angka kematian di seluruh dunia.
   
Tenaga medis, lanjut Costy, mempunyai potensi besar untuk mencederai pasien."Di negara berkembang potensi infeksi yang terjadi akibat interaksi di RS 20 kali lipat dibandingkan negara maju," tambah dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, tenaga medis perlu memperhatikan kebersihan tangan sebelum melakukan tindakan terhadap pasien. "Memang sepertinya sederhana, tapi itu sangat penting agar kuman penyakit tidak masuk ke tubuh pasien," tukas dia.
   
Dia juga menghimbau agar RS harus memperhatikan sarana dan prasarana bagi kebersihan tangan tenaga medis. Selain interaksi langsung, penularan kuman di RS dapat terjadi melalui penularan melalui udara dan inhalasi.

Infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Petugas medis yaitu dokter, perawat, petugas laboratorium, dan petugas administrasi, serta pasien dan pengunjung RS adalah orang yang paling rentan terkena infeksi nosokomial. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902