Cakrawala

Berita Terbaru

RS Pondok Indah Klaim Jadi Digital Hospital Pertama

Thursday 18 December 2014
Kelompok Rumah Sakit (RS) Pondok Indah mengklaim pihaknya menjadi digital hospital atau RS digital pertama di Indonesia. Sistem digital diimplementasikan menyeluruh, dalam administrasi pasien, layanan klinis dan penunjang medis.

Di Semarang, Tanpa Rujukan Warga Miskin Bisa Berobat ke RS

Wednesday 17 December 2014
Kartu Semarang Sehat (KSS) memungkinkan warga kota itu berobat ke rumah sakit (RS), termasuk untuk dirawat inap, tanpa harus membawa surat rujukan.

2015, RSUD Mataram Jadi Care Support and Treatment HIV/AIDS

Wednesday 17 December 2014
Pada 2015, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram akan menjadi RS Care Support and Treatment (CST) untuk penanganan kasus HIV/AIDS. Surat keputusan (SK) dari Kementerian Kesehatan terkait program itu sudah diterima pada 2013, dan persiapan telah dilakukan pada 2014.
14/05/2013 09:25:25 AM

Tarian Cuci Tangan RS Keluarga Sehat Hospital Pecahkan Muri

Pati - Enam langkah cuci tangan diperkenalkan melalui tarian pada 8.480 balita dan anak dari berbagai kelompok bermain, taman kanak-kanak, dan pelajar SD. Acara yang semula ditargetkan menjaring 5.000 peserta itu digelar di Jalan Lingkar Selatan Pati, Desa Mustokoharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kampanye hidup bersih dan kebiasaan cuci tangan itu dilakukan bertepatan ulang tahun ke-7 Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital ( RS KSH) Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

"Tarian Ayo Cuci Tangan ini merupakan hasil kreasi kami dalam memperagakan enam langkah cuci tangan standar WHO," kata Beni Purwanto Direktur PT Keluarga Sehat Sejahtera, pengelola RS KSH  usai acara yang mendapat rekor cuci tangan dengan antiseptik terbanyak dari Museum Rekor Indomesia (Muri).

Antiseptik, kata Beni, bisa menggantikan sabun dan air yang lazimnya digunakan untuk cuci tangan. "Kehadiran ribuan anak itu sebagai upaya menanamkan cara hidup sehat sejak dini, sehingga ketika dewasa sudah terbiasa. Apalagi, kata dia, tangan merupakan pusat kuman penyakit, sehingga harusmembiasakan mencuci tangan. Kami juga menyiapkan 2.000 keping CD yang berisi koreografi cuci tangan sambil bermain untuk diajarkan kepada pelajar di Pati," kata Beni.

Kebiasaan cuci tangan, kata dia, juga merupakan standar wajib perawat sebelum menangani pasien agar tidak menularkan penyakit ataupun tertular.

Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Pati, Mulyo Prasedyo menegaskan, kebiasaan mencuci tangan juga salah satu perilaku hidup[ sehat yang dapat mencegah penyakit diare, tifus, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tuberkolosi, flu burung, dan penyakit menular lainnya.

"Untuk membudayakan pola hidup sehat tersebut,  sarana dan prasarana pendukung di sejumlah tempat umum, seperti pasar, terminal, sekolah, dan tempat kerja juga perlu disediakan," kata Mulyo. (IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Kelapa Gading - 14250
  • +6221 45845303 - 04
  • +6221 45857833