Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
17/05/2017 07:25:40 PM

Menkes: Prevalensi Perokok Pria Dewasa Indonesia Tertinggi di Dunia

Jakarta -
Epidemi konsumsi rokok di Indonesia telah mengkuatirkan, lebih dari sepertiga penduduk atau 36,3% merupakan perokok. Sebanyak 20% remaja usia 13 tahun hingga 15 tahun adalah perokok. Prevalensi perokok laki-laki dewasa di Indonesia, bahkan yang paling tinggi di dunia, yaitu 68,8%.

Padahal, rokok merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular, seperti kanker, penyakit jantung, dan pembuluh darah, serta penyakit paru. 

"Mayoritas penyakit tidak menular diasosiasikan dengan gaya hidup tidak sehat, yaitu kurang olahraga, kurang konsumsi buah dan sayuran, serta merokok dan minum-minuman beralkohol," tutur Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat membuka Konferensi Indonesia untuk Tembakau atau Kesehatan (ICTOH) IV di Jakarta, belum lama ini.

Nila mengatakan, kebiasaan merokok di Indonesia telah membunuh setidaknya 235.000 jiwa setiap tahun dan memicu penyakit-penyakit yang memerlukan biaya pengobatan relatif cukup besar. Prevalensi merokok yang tinggi pada kalangan remaja dan anak-anak pun menurunkan kualitas generasi penerus bangsa sehingga menjadi ancaman besar bagi keberhasilan pencapaian bonus demografi Indonesia.

ICTOH IV merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Internasional 2017 yang diperingati setiap 31 Mei. Pertemuan diselenggarakan Kementerian Kesehatan Indonesia bersinergi dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Tobacco Control Support Center (TCSC) IAKMI.

"Kami tidak bisa membiarkan persoalan rokok, terutama anak-anak yang mulai merokok, jumlahnya makin meningkat. Kita harus buka terhadap apa yang sedang terjadi di Indonesia," kata Nila
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902