Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
08/08/2017 06:01:12 PM

Atasi Polusi, Warga Urban Disarankan Bersahabat dengan Masker

Jakarta -
Dampak negatif polusi udara perkotaan dapat diminimalisir dengan penggunaan masker. "Sumber polusi udara itu, 90% dari knalpot kendaraan. Masker yang memiliki filtrasi, mampu melindungi dari polusi itu, menimalisir paparan dosis besar. Meminimalkan polusi udara yang masuk ke saluran napas, berdasarkan penelitian, dalam jangka pendek mengurangi keluhan masalah pernapasan.

Dengan penggunaan masker, berdasarkan riset, lima dari enam orang, risiko infeksi saluran pernapasannya, jauh lebih berkurang," tutur spesialis paru RS Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto di Jakarta, belum lama ini.

Agus menyarankan, masker dipakai dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan perkotaan dengan polusi tinggi untuk perlindungan diri. Upaya lainnya, mengurangi kegiatan di luar ruangan saat polusi udara sedang tinggi, seperti pada siang hari.

Untuk orang yang sudah mempunyai penyakit pernapasan, lanjut Agus, sebaiknya menimimalkan dampak polusi agar penyakitnya tidak menjadi lebih parah. "Kalau sudah punya asma harus memperhatikan dampak polusi, diperhatikan pengobatan rutin, paparan polusi minimal agar tidak memperburuk," tutur Agus.

"Usahakan bekerja di luar ruangan seminimal mungkin di daerah terpapar polusi di ruang terbuka. Misalnya olahraga jangan siang hari. Selain itu, jaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi dan olahraga teratur. Selanjutnya, deteksi dini perlu dilakukan saat timbul gejala gangguan pernapasan atau gejala yang membuat merasa tidak nyaman agar dapat ditangani lebih dini," kata Agus.
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902