Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
09/08/2017 09:02:44 AM

Penyakit Menular, Bawaan dan Sengatan Matahari, Harus Diwaspadai Jamaah Haji

Jakarta -
Jamaah calon haji Indonesia diminta mewaspadai penyakit bawaan yang diderita serta penyakit menular yang bisa didapat saat berada di lokasi ibadah haji.

Calon jamaah yang sudah mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung bisa berpotensi bertambah parah saat di Arab Saudi mengingat padatnya aktifitas fisik di lapangan.   

"Oleh karena itu perlu dikendalikan dengan tidak beraktivitas terlalu lelah, seperti bepergian atau melaksanakan ibadah sunah yang menguras tenaga sehingga bisa berdampak pada kondisi kesehatan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka di Jakarta, hari ini.

Sementara untuk penyakit yang bisa didapatkan di Arab Saudi, Eka mencontohkan, MERS-CoV yang merupakan penyakit saluran pernapasan akibat virus dari binatang yang terkontaminasi. Biarpun orangnya kuat, tapi di sana ketika terkena virus ini tetap saja sakit. Oleh karena itu disarankan jamaah tidak bermain-main dengan hewan di Arab Saudi.

"Ada dua kelompok, yaitu penyakit yang memang dibawa dari Tanah Air, dan penyakit yang didapat ketika di Arab Saudi. Keduanya, jika tidak diantisipasi dengan baik, bisa bertambah parah, jamaah sakit berat, dan menyebabkan kematian," kata Eka.

Potensi penyakit lain yang harus diwaspadai, kolera yang sedang menjadi kejadian luar biasa di Yaman, negara yang berdekatan dengan Arab Saudi. Kolera cepat menular apabila seseorang tidak menjaga kebersihan tubuh dan sanitasi secara baik.

Untuk itu, jamaah diminta untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air besar atau menggunakan sanitasi tempat umum. Selain itu turut dijaga pula kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. "Beli buah yang ada kulitnya seperti pisang, yang tidak dimakan langsung," kata Eka.

Eka juga mengingatkan gangguan kesehatan yang paling umum diderita oleh jamaah haji, heat stroke atau serangan panas akibat terpapar sengatan sinar matahari.
   
"Suhu Arab Saudi yang lebih tinggi dibanding Indonesia bisa menyebabkan heat stroke. Jamaah diharapkan memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh setiap waktu dan menjaga dari sengatan sinar matahari langsung. 
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902