Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
13/10/2017 07:51:11 AM

2020, Indonesia Harus Bebas Kaki Gajah

Demak -
Pada 2020 Indonesia ditargetkan bisa terbebas dari penyakit filariasis atau kaki gajah. Salah satu kunci suksesnya, Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) selama lima tahun berturut-turut.

"Sasarnnya kabupaten kota endemis filariasis dengan cakupan lebih 65%," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam rilisnya, akhir pekan lalu.

Oktober dicanangkan sebagai Belkaga pada 2015 di Cibinong, Jawa Barat. Selanjutnya, Belkaga dilaksanakan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Sementara, tahun ini dipusatkan di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, salah satu endemis Filariasis.

Upaya pengendalian Kaki Gajah di Indonesia dimulai 45 tahun lalu, tepatnya 1970. Sejak 2002, Indonesia telah memulai tahap akselerasi untuk mempercepat pencapaian upaya itu, melalui pemberian obat pencegahan massal (POPM) untuk memutus mata rantai penularan.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, sebanyak 236 kabupaten kota endemis filariasis. Sebanyak 86 kabupaten kota diantaranya telah selesai melaksanakan POPM filariasis selama lima tahun berturut-turut. Sementara, dari 150 kabupaten-kota yang  melaksanakan POPM pada 2017, terdapat empat kabupaten di Jawa Tengah yang baru memulai, yaitu Semarang, Brebes, Wonosobo, dan Grobogan.
(IZn - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902