Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
10/01/2018 04:17:31 PM

Salma dan Sovia, Bayi Kembar Siam ke-86 yang Ditangani RSUD Dr Soetomo

Surabaya -
Bayi kembar siam dempet perut (omphalopagus) yang dilahirkan pada Senin (8/1) kini ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur. Bayi itu merupakan kembar siam ke-86 yang ditangani RSUD ini.

"Penanganan bayi kembar siam dempet perut ini memang sudah kami persiapkan secara khusus sebelum mereka lahir dengan berkonsultasi di Fetomaternal, karena mereka tergolong kembar siam yang survival," ujar Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, Agus Harianto, usai melakukan rapat koordinasi dengan tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, awal pekan ini.

Agus memaparkan, perawatan sepenuhnya dilakukan di RSUD dengan pangawasan dari 50 dokter dari 117 anggota tim, seluruhnya sudah mengikuti rapat perawatan.

Kedua bayi, lanjut Agus, terlahir dengan berat keduanya 4.950 gram secara prematur yaitu sekitar 37 dan 38 minggu. Keduanya merupakan kembar siam dempet perut dengan bagian omphalokel tipis yang mudah pecah, selian itu juga hiperlodosis atau dengkek karena posisi dalam kandungan.

"Bayi ini anak pertama dan kedua, ada keturunan kembar juga dari ibunya. Tapi orang tua tidak mau diekspos. Yang pasti mereka dari Surabaya dan sekitarnya," ujar Agus.

Saat ini, kata Agus, perawatan yang dilakukan untuk menstabilisasi pencegahan infeksi dan mengantisipasi agar omphalokel yang tipis itu tidak pecah dengan diberikannya infus sebagai protein, oksigenasi untuk pernafasan dan perawatan luka pada omphalokel dengan pemberian anti B3.

Rencananya, stabilisasi akan dilakukan hingga bayi memiliki berat masing-masing lima kilogram atau dalam waktu 10 minggu. Untuk saat ini masih dalam tahap observasi lebih lanjut, karena usus bayi dalam kondisi terpisah, pun keduanya sudah buang air besar. Hanya saja liver dalam kondisi menyatu dan jantung belum sempurna.

"Jantung masih kami pantau apa masih terbuka atau tertutup. Kini yang penting kami rawat, tingkat keberhasilan operasi tinggi kalau berat badan mereka sudah ideal. Jika sekarang dioperasi, maka bayi akan berada dalam kondisi emergensi, karena belum diketahui struktur anatominya. Pemeriksaan belum lengkap, jadi berisiko tinggi sekali. Namun, kami pasti akan melakukan operasi emergensi jika kondisi darurat," ujar Agus.

Hingga kini, kedua bayi bernama Salma dan Sovia dirawat di ICU hingga stabil, sampai bisa minum sendiri dan tidak kedinginan. Nantinya, akan dipindahkan ke ruang rawat inap khusus bayi kembar siam.

(IZn - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902