Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
13/03/2018 09:15:54 AM

Simposium Nasional PERSI: RS Harus Ikut Kampanyekan Kesehatan Ginjal

Jakarta -
Kalangan perumahsakitan harus berpartisipasi dalam mengatasi risiko penyakit ginjal yang kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Selain itu, penyakit ginjal sebagai salah satu penyakit katastropik, telah  menyedot 18% anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

dr. Kuntjoro AP, M.Kes, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengungkapkan hal itu dalam Simposium Nasional Air Bagi Kesehatan Upaya Peningkatan Promotif Preventif bagi Kesehatan Ginjal di Indonesia yang diselenggarakan PERSI berkolaborasi dengan Indonesia Hydraton Working Group (IHWG) serta Danone.

"Yang paling mengkuatirkan, trennya ternyata makin meningkat. Rumah Sakit (RS) harus turut mengantisipasi karena kita pun selain melakukan upaya kuratif, juga wajib melakukan upaya preventif dan promotif," kata dr. Kuntjoro.

PERSI, kata dr. Kuntjoro, kini memang mewajibkan RS untuk mendukung berbagai program yang dilaksanakan pemerintah, mulai eliminasi tuberkolosis, keselamatan pasien hingga kampanye kesehatan ginjal, yang dirayakan di seluruh dunia, hari ini.

"Terbukti dengan kampanye bagi para dokter tentang pemberian antibiotik yang rasional, telah menurunkan biaya dari semula 48% menjadi 28%, sehingga kami menyakini kontribusi yang dilakukan RS dan PERSI ini memberikan dampak yang signifikan," ujar dr. Kuntjoro.

Selain dr. Kuntjoro, simposium nasional ini juga menghadirkan pembicara Ketua IHWG dr Budi Wiweko SpOG serta Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Dr. dr. Sutoto ,M.Kes.
(IZn - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902