Cakrawala

Berita Terbaru

Ini Kiat RSUD Kabupaten Kurangi Rujukan ke RSUD Provinsi

Thursday 25 August 2016
Dikawal para dokter spesialis yang kompeten, termasuk para penerima beasiswa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tindakan medis RSUD Blambangan makin baik.

Berambisi Buka Stroke Center, Banyuwangi Kucurkan Beasiswa Dokter Spesialis

Thursday 25 August 2016
Berambisi membuka stroke center dan menyediakan layanan kesehatan yang lengkap pada masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sejak 2014, mengucurkan beasiswa kepada dokter muda untuk menyelesaikan pendidikan spesialis. Pada 2016, sebanyak 30 dokter muda akan mendapat beasiswa tersebut.

Agar Stok Obat Pas, RSUD Atur Sistem Farmasi Berdasarkan Variasi Penyakit

Tuesday 23 August 2016
Layanan kefarmasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, kini didasarkan atas variasi penyakit atau kebutuhan pasien. Langkah ini dilakukan agar persediaan obat benar-benar terpakai serta tak ada obat yang stoknya habis.
27/02/2012 11:30:21 PM

Hasil Survei: Masyarakat Masih Mendiskriminasi Penderita Kusta

Jakarta - Hasil survei menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) di Indonesia masih didiskriminasi dalam kehidupan sosialnya. Bentuk-bentuk diskriminasi itu misalnya penolakan di sekolah, di tempat kerja, serta dalam mendapatkan pekerjaan. Yang lebih memprihatinkan lagi, OYPMK juga ditolak ketika mengajukan layanan kesehatan.

Kesimpulan itu mengemuka dari Hasil Survei tentang Situasi Stigma dan Diskriminasi terhadap OYPMK di lima kabupaten dan hasil Penelitian Mengenai Pemenuhan dan Perlindungan Hak OYPMK dan Keluarga Mereka yang dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Sebab itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih berharap agar masyarakat tidak mendiskriminasi penderita kusta dan sebaliknya membantu untuk melakukan deteksi dini karena penyakit tersebut bisa disembuhkan.

“Saya melarang perlakuan diskriminatif kepada orang yang pernah mengalami kusta di tanah air dengan alasan apapun. Orang yang pernah mengalami kusta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama seperti penduduk lainnya baik itu di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan apapun di wilayah Republik Indonesia,” ujar Menkes dalam rangka peringatan Hari Kusta Sedunia ke-59 di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin.

Dalam peringatan Hari Kusta Sedunia itu, Menteri Kesehatan bersama 11 organisasi profesi yaitu IDI, Perdoski, Perdosri, IPNI, IBI, PREI, ARVI, Arsada, IAKMI, AIPKI serta dua fakultas kedokteran yakni FKUI dan FK Atmajaya dan WHO Indonesia menandatangani Piagam Seruan Nasional Mengatasi Kusta.

Menurut Menkes, masyarakat juga perlu dibangun kesadarannya dalam penanggulangan kasus kusta antara lain dengan mengenali penyakit itu dan mendorong untuk berobat sedini mungkin. Sebab, penyakit ini awalnya tidak langsung cacat, cuma muncul bercak putih di kulit.

“Jika segera dibawa berobat maka dapat cepat disembuhkan, tidak menjadi cacat. Semakin dini diobati, akan semakin cepat sembuhnya," ujar Menkes.

Peringatan Hari Kusta Sedunia tahun 2012 mengangkat tema ‘Berdayakan orang yang pernah mengalami kusta agar mandiri’ serta dua subtema yaitu ‘Mari dukung orang yang pernah mengalami kusta agar menjadi sehat dan sejahtera’ serta ‘Hapus diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta dalam layanan publik.

“Untuk membantu menghapus stigma dan diskriminasi terhadap mantan penderita kusta, petugas kesehatan perlu memberikan surat rekomendasi mengenai kondisi pasien,” tuturnya.

Indonesia saat ada di posisi ketiga setelah India dan Brazil. Sulitnya memberantas tuntas penyakit ini tidak terlepas dari kondisi iklim tropis di Indonesia. "Jadi beban penyakit kusta di Indonesia masih tinggi. Jumlah kasus yang ditemukan masih relatif banyak dan kecacatan yang diakibatkannya masih sering terjadi," kata Menkes. Saat ini, penderita kusta di Indonesia sekitar 120 ribu orang.
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902