Cakrawala

Berita Terbaru

KLHK di Rapat Darurat Limbah Medis PERSI: Tumpukan Mencapai 8.000 Ton di Seluruh Indonesia

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan tumpukan limbah medis di rumah sakit (RS) seluruh Indonesia mencapai 8.000 ton. Limbah-limbah medis itu tertumpuk di banyak RS pasca penertiban insenerator RS yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Pemusnahan Tumpukan Limbah RS di Fasilitas Pabrik Semen Tunggu Kepmen LHK

Friday 06 April 2018
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) pada Selasa (3/4) telah menandatangani kesepakatan dengan 4 pabrik semen untuk melakukan pemusnahan limbah medis yang kini menumpuk di rumah sakit (RS). Pabrik-pabrik semen itu masing-masing berlokasi dua di Jawa Barat, 1 Banten dan 1 lagi di Sumatera Barat. 

Agar Makin Trengginas Tangani Kejahatan Obat dan Makanan, BPOM Lantik Tiga Direktur Baru

Thursday 05 April 2018
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melantik tiga direktur baru di Kedeputian Bidang Penindakan untuk mempercepat penanganan kasus kejahatan obat dan makanan. Ketiga direktur baru itu terdiri atas Direktur Penyidikan, Direktur Intelijen dan Direktur Pengamanan. 
27/02/2012 11:30:21 PM

Hasil Survei: Masyarakat Masih Mendiskriminasi Penderita Kusta

Jakarta - Hasil survei menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) di Indonesia masih didiskriminasi dalam kehidupan sosialnya. Bentuk-bentuk diskriminasi itu misalnya penolakan di sekolah, di tempat kerja, serta dalam mendapatkan pekerjaan. Yang lebih memprihatinkan lagi, OYPMK juga ditolak ketika mengajukan layanan kesehatan.

Kesimpulan itu mengemuka dari Hasil Survei tentang Situasi Stigma dan Diskriminasi terhadap OYPMK di lima kabupaten dan hasil Penelitian Mengenai Pemenuhan dan Perlindungan Hak OYPMK dan Keluarga Mereka yang dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Sebab itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih berharap agar masyarakat tidak mendiskriminasi penderita kusta dan sebaliknya membantu untuk melakukan deteksi dini karena penyakit tersebut bisa disembuhkan.

“Saya melarang perlakuan diskriminatif kepada orang yang pernah mengalami kusta di tanah air dengan alasan apapun. Orang yang pernah mengalami kusta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama seperti penduduk lainnya baik itu di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan apapun di wilayah Republik Indonesia,” ujar Menkes dalam rangka peringatan Hari Kusta Sedunia ke-59 di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin.

Dalam peringatan Hari Kusta Sedunia itu, Menteri Kesehatan bersama 11 organisasi profesi yaitu IDI, Perdoski, Perdosri, IPNI, IBI, PREI, ARVI, Arsada, IAKMI, AIPKI serta dua fakultas kedokteran yakni FKUI dan FK Atmajaya dan WHO Indonesia menandatangani Piagam Seruan Nasional Mengatasi Kusta.

Menurut Menkes, masyarakat juga perlu dibangun kesadarannya dalam penanggulangan kasus kusta antara lain dengan mengenali penyakit itu dan mendorong untuk berobat sedini mungkin. Sebab, penyakit ini awalnya tidak langsung cacat, cuma muncul bercak putih di kulit.

“Jika segera dibawa berobat maka dapat cepat disembuhkan, tidak menjadi cacat. Semakin dini diobati, akan semakin cepat sembuhnya," ujar Menkes.

Peringatan Hari Kusta Sedunia tahun 2012 mengangkat tema ‘Berdayakan orang yang pernah mengalami kusta agar mandiri’ serta dua subtema yaitu ‘Mari dukung orang yang pernah mengalami kusta agar menjadi sehat dan sejahtera’ serta ‘Hapus diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta dalam layanan publik.

“Untuk membantu menghapus stigma dan diskriminasi terhadap mantan penderita kusta, petugas kesehatan perlu memberikan surat rekomendasi mengenai kondisi pasien,” tuturnya.

Indonesia saat ada di posisi ketiga setelah India dan Brazil. Sulitnya memberantas tuntas penyakit ini tidak terlepas dari kondisi iklim tropis di Indonesia. "Jadi beban penyakit kusta di Indonesia masih tinggi. Jumlah kasus yang ditemukan masih relatif banyak dan kecacatan yang diakibatkannya masih sering terjadi," kata Menkes. Saat ini, penderita kusta di Indonesia sekitar 120 ribu orang.
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902