Cakrawala

Berita Terbaru

Renovasi RS RK Charitas Selesai, Dilengkapi Helipad

Tuesday 22 July 2014
Gedung rawat jalan Rumah Sakit (RS) RK Charitas Palembang yang baru selesai dibangun, dilengkapi landasan mendarat helikopter atau helipad untuk memfasilitasi perpindahan pasien.

Krisis SDM Kesehatan Landa Indonesia dan Dunia

Tuesday 22 July 2014
Indonesia juga banyak negara lainnya kini tengah mengalami krisis sumber daya manusia (SDM) kesehatan, mulai aspek ketersediaan, jenis, kualitas maupun distribusi. Masalah itu dibahas dalam Global Health Workforce Alliance (GHWA) Board di Jenewa, Swiss, pada 17-18 Juli 2014.

PMI Salurkan Rp. 1 miliar Untuk Palestina

Monday 21 July 2014
Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan donasi yang berasal dari masyarakat senilai Rp. 1 miliar pada Palestine Red Crescent Society untuk membantu para korban konflik bersenjata di Gaza, Palestina.
24/04/2012 09:29:00 PM

Pemerintah Gratiskan Obat Malaria Jenis Baru

Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan malaria yang dijual bebas tanpa konsultasi dengan petugas kesehatan. Sebab, kebiasaan itu akan membuat penyakit malaria menjadi resisten terhadap obat. Selain itu, pemerintah sudah mengratiskan obat malaria untuk jenis baru yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT) di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) pemerintah.

“Penyakit malaria kini menghadapi permasalahan baru terkait mulai munculnya resistensi terhadap obat malaria tertentu,” ujar Direktur Penyakit Bersumber Binatang Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Rita Kusriastuti dalam press briefing memperingati Hari Malaria Sedunia di Jakarta, Selasa.

Rita juga meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat-obat malaria yang lama karena sudah ada gejala resistensi. “Sekarang kita menggunakan obat baru, Artemisinin based Combination Therapy (ACT) yang pemberiannya harus dilakukan dokter dengan dikonfirmasi oleh laboratorium,” papar dia.

Menurut Rita, resistensi terhadap obat merupakan permasalahan baru yang muncul terkait penyakit malaria yang masih mengancam hingga setengah penduduk dunia dan menjangkiti 216 juta orang per tahunnya.

“Dengan menggunakan ACT atas rekomendasi dokter dan dosis yang tepat, penyakit malaria diharapkan untuk dapat ditangani secepatnya dan menghindarkan kematian yang masih terjadi hingga 655 ribu orang tiap tahunnya,” ujar dia.

Menurut Rita, jumlah penderita malaria di Indonesia sebenarnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan negara-negara Afrika. Jumlah pasien malaria tahun 2011 tercatat sebanyak 256.592 orang dengan jumlah kematian 388 orang, menurun dari 2010 yang berjumlah 432 kematian.

Pemerintah menargetkan untuk melakukan pengurangan atau eliminasi malaria mulai tahun 2015 di beberapa pulau dan tahun 2030 untuk eliminasi malaria total di seluruh Indonesia.

Secara rinci, pada tahun 2015 diharapkan eliminasi malaria dapat dilakukan di Pulau Jawa, Provinsi Aceh, dan Kepri sedangkan eliminasi tahun 2020 ditargetkan dilakukan di Pulau Sumatera, Provinsi NTB, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi serta tahun 2030 di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, NTT dan Maluku Utara.

Sementara itu, Director CDC Unicef William Hawley menjelaskan, di Indonesia ada sekitar 25 spesies nyamuk anopheles yang menyebarkan malaria, dibandingkan dengan Afrika yang hanya memiliki dua jenis spesies. Tiap spesies punya cara masing-masing untuk menularkan malaria dan punya perilaku khusus.

“Yang berbahaya adalah nyamuk yang makan darah manusia dan memiliki siklus hidup yang panjang, lebih dari 10 hari," kata William.
(IZN - pdpersi.co.id)