Seputar BPJS

Berita Terbaru

Kenaikan Iuran BPJS Tunggu Analisa Kinerja 2014

Wednesday 08 April 2015
Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum dapat dipastikan waktunya, termasuk soal kabar tentang penetapan kenaikan pada 2015.  Kementerian Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan analisa dan penghitungan ulang untuk menentukan besaran dan waktu yang ideal.

Ingat! Peserta BPJS Bisa ke RS Jika Ada Rujukan

Monday 06 April 2015
Sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat rujukan atau rumah sakit (RS) masyarakat harus lebih dulu datang ke layanan tingkat primer yaitu puskesmas, dokter keluarga, balai pengobatan, klinik dan dokter praktek umum. Rujukan ke RS hanya akan diberikan jika dokter menilai pasien membutuhkan.

PTPN V Bergabung Ke BPJS Kesehatan, Setor Iuran Perdana Rp1,3 miliar.

Monday 23 March 2015
Sebanyak 42.919 karyawan termasuk pensiunan PTPN V bergabung ke dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 Maret 2015. Besarnya iuran atau premi asuransi yang dibayarkan perdana mencapai Rp1,3 miliar.
03/01/2014 03:25:24 PM

Inilah isi Permenkes No 71 2013 Tentang JKN

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi  menandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pada 12 Desember 2013 di Jakarta.

Permenkes ini mengacu pada pasal 37 Perpres No.12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, ditandatangani Staf Ahli Menkes RI Bidang Medikolegal, Prof dr. Budi Sampurna, SH,. DFM, So. F(K), Sp. KP menjelaskan Permenkes itu di Jakarta, akhir pekan lalu.

"Penyelenggara pelayanan kesehatan dalam implementasi JKN meliputi semua fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selaku pelaksana JKN. Program ini berlaku 1 Januari," kata Budi.

Pasal 2 Permenkes 71/2013, kata Budi,  menyebut fasilitas kesehatan tingkat pertama itu dapat berupa Puskesmas atau yang setara,  praktik dokter, praktik dokter gigi, klinik pratama atau yang setara dan Rumah Sakit (RS) Kelas D Pratama atau yang setara. Sementara fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan berupa klinik utama atau yang setara, RS umum dan RS khusus.

"Kita pahami bahwa RS pada umumnya menyediakan layanan lanjutan, tetapi RS kelas D pratama, belum memiliki tenaga medis atau peralatan memadai. Misalnya, baru punya dokter umum," ujar Budi.

Sedangkan fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS, kata Budi, harus mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan komprehensif.

Wujudnya, pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan kebidanan, pelayanan darurat serta laboratorium sederhana dan kefarmasian.

"Fasilitas kesehatan yang belum memiliki sarana-sarana itu wajib membangun jejaring atau melalui rujukan," kata Budi.

Fasilitas Kesehatan yang masuk dalam sistem JKN wajib menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan. "Tapi, sebelum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan itu harus memenuhi ketentuan serta mempertimbangkan kecukupan fasilitas yang dimilikinya dengan jumlah peserta JKN yang harus dilayaninya," kata Budi.

Perjanjian, kata Budi, berlaku minimal setahun dan dapat diperpanjang kembali atas kesepakatan bersama.
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902