Rubrik Kedokteran

Berita Terbaru

Papua, Aceh dan Bengkulu, Terkendala Pengadaan Obat dan Vaksin

Friday 30 December 2016
Faktor geografis masih menjadi tantangan dalam pendistribusian obat sepanjang 2016. Kondisi sebagian wilayah Indonesia yang sulit terjangkau dan terpencil membuat distribusi obat dan vaksin tidak merata mencapai angka indikator 80% ke atas.

RS Wajib Dipimpin Tenaga Medis

Wednesday 28 December 2016
Dipimpin bukan tenaga medis, dua rumah sakit (RS) pemerintah, RS Kerinci dan RS Sungai Gelam, tidak bisa dinilai mutu atau diakreditasi juga tidak bisa bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pusat Kajian One Health Ditantang Atasi Merebaknya Rabies di Bali

Wednesday 14 December 2016
Pusat Kajian One Health Universitas Udayana Denpasar, Bali yang didirikan pada 25 Juli 2016 ditantang berkontribusi menangani dan menuntaskan kasus rabies di pulau ini. Bukan saja mengancam kesehatan masyarakat, rabies dinilai sangat berdampak pada sektor pariwisata, menjadi komoditas politik serta menguras anggaran pemerintah.
Arsip
07/03/2012 10:30:39 AM

Fuda Hospital Undang Dokter Indonesia Pelajari Cryosurgery

Jakarta - Fuda Cancer Hospital di Guangzhou, Tiongkok, mengundang para dokter Indonesia untuk mempelajari lebih jauh tentang metode penyembuhan penyakit kanker terkini, melalui metode Cryosurgery.

“Kami akan mengadakan pelatihan dan seminar pada 25-28 Maret yang akan diikuti para ahli dari Asia. Kami tunggu dokter-dokter dari Indonesia. Siapa saja boleh mendaftar, kami siapkan akomodasi dan hotel selama di Guangzhou, semuanya free,” kata President of Fuda Cancer Hospital Prof. Xu Kecheng, kemarin.Menurut Prof Xu, acara tersebut sekaligus untuk membentuk asosiasi para ahli cryo di Asia. “Saya ingin para ahli di Asia bisa lebih solid, sehingga perlu dibentuk asosiasi untuk kawasan Asia,” katanya.

Prof Xu mengatakan, tahun depan akan dilaksanakan seminar yang akan dihadiri para ahli Cryo seluruh dunia, sekaligus pemilihan ketua baru asosiasi.  Acara dua tahunan ini nantinya dilaksanakan di Bali.

”Kandidatnya adalah saya dan ahli dari Amerika. Jadi, secara tidak langsung ini adalah kompetisi Asia dan Amerika,” kata Xu yang saat ini menjabat sebagai ketua umum asosiasi ahli Cryo sedunia (International Society of Cryosurgery/ISC).
Prof Xu menyatakan, jika dirinya terpilih, dia akan menempatkan dua wakil dari Indonesia untuk menduduki posisi di Asosiasi baik di tingkat Asia maupun dunia.

Dia mengaku memang memberi posisi yang istimewa bagi Indonesia karena kedekatannya dengan Indonesia. ”Indonesia itu negara besar seperti Cina karena sama-sama memiliki jumlah penduduk yang besar. Indonesia juga memiliki potensi dokter-dokter ahli yang luar biasa,” katanya.

Prof Xu mengatakan, pihaknya tidak keberatan berbagi ilmu, khususnya kepada para dokter di Indonesia. Meski sebagian besar pasien rumah sakit Fuda merupakan warga negara Indonesia, pihaknya tidak merasa bahwa Indonesia merupakan kompetitor.

 ”Terlebih lagi, RS Fuda tidak mengutamakan bisnis, tapi pelayanan. Kami percaya Fuda tidak hanya unggul dalam ha teknologi kedokteran, tapi juga kombinasi pengobatan herbal, dan kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien,” kata Prof Xu.

Akhir Februari lalu, Fuda Cancer Hospital meresmikan beroperasinya bangunan baru. Hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan RI  Endang R. Sedyaningsih, President Director Gading Pluit Hospital Barlian Sutedja, dokter ahli dari RS Pusat Angkatan Darat Terawan Agus Putranto, perwakilan konsulat RI di Guangzhou, serta para dokter ahli dan jurnalis dari sejumlah negara seperti Malaysia, Philipina, Timur Tengah, dan lainnya.

Fuda Cancer Hospital dibangun pada 2001 , di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan kapasitas 20 tempat tidur. Saat ini, Fuda berkembang dengan kapasitas sebanyak 250 tempat tidur, berdiri di atas lahan 20.000 meter persegi.

Menurut data, rata-rata per tahun tak kurang dari 400 orang pasien asal Indonesia berobat di Fuda. Saat ini, dari sekitar 100 pasien yang dirawat, sekitar 20 orang berasal dari Indonesia. Fuda memang dikenal sebagai RS yang mengkhususkan diri pada penanganan penyakit kanker, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Selain karena teknologi dan metode yang lebih canggih, seperti Cryosurgery, Immunotherapy, Cancer Microvessel Intervention,  rumah sakit ini juga dikenal berkat pelayanannya yang sangat baik kepada pasien.

Usai peresmian gedung baru Fuda, Menkes mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mendorong agar dilakukan kerja sama dengan Fuda, khususnya untuk bidang diagnosis dan terapi kanker.

 ”Di rumah sakit ini banyak inovasi baru. Bentuk kerja samanya antara lain dengan cara magang. Jadi, akan ada dokter spesialis dari Indonesia yang bekerja di sini selama sebulan atau lebih. Atau RS disini datang ke Indonesia untuk memberikan pelatihan,” kata Menkes.

 Menkes berharap, dengan banyaknya dokter di Indonesia yang ahli dalam penanganan kanker, pasien tidak perlu datang ke Tiongkok untuk berobat. “Cryosurgery sebenarnya sudah ada di Indonesia, hanya saja belum banyak, seperti RS Darmais, MRCCC , dan RS umum lainnya. Yang kita lakukan adalah memperbanyak ahli di bidang itu,” kata Menkes.

Selain itu,  kata Menkes, pemerintah juga akan menyediakan anggaran untuk menyediakan alat-alat kedokteran yang diperlukan. Bahkan, tidak hanya di Jawa, tapi juga di luar pulau Jawa.
(IZN - pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902