Obat Tradisional

Berita Terbaru

SARANG SEMUT PAPUA

Monday 30 May 2016
Sarang semut merupakan salah satu tumbuhan epifit dari hidnophytinae ( Rubiaceae ) yang dapat bersimbiosis dengan semut dan dikatakan bersifat epifit karena tumbuhan ini menempel pada tumbuhan lain tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, sehingga hanya sebagai tempat menempel saja.

Sambung Nyawa

Thursday 05 November 2015
Herba, berdaging. Batang memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul, berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 - 12,5 cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal membulat atau rompang.

Herbal Bawang Dayak Mengobati Penyakit Kronis

Thursday 10 September 2015
Herbal Bawang Dayak selain sebagai anti infeksi, anti bakteri anti radang dan pembersih darah juga berkhasiat untuk mengobati gejala penyakit kronis terutama penyakit dalam seperti kanker/tumor, jantung, diabetes, hipertensi. Bawang dayak juga dikenal dengan istilah bawang berlian, bawang makkah ada juga yang menyebut bawang tiwai.
Arsip
30/05/2016 09:14:22 AM

SARANG SEMUT PAPUA

Surakarta, Graha Tanaman Obat -
Sarang semut merupakan salah satu tumbuhan epifit dari hidnophytinae ( Rubiaceae ) yang dapat bersimbiosis dengan semut dan dikatakan bersifat epifit karena tumbuhan ini menempel pada tumbuhan lain tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, sehingga hanya sebagai tempat menempel saja. Kelompok tumbuhan itu terdiri atas dua genus yakni Myrmecodia dan Hydnophytum, dengan belasan spisies. Umbi kedua jenis tumbuhan anggota family Rubiaceae itu menggelembung dipenuhi duri tajam. Di dalam umbi itu terdapat labirin yang dihuni oleh semut dan cendawan. Daging umbi tanaman itulah yang diiris tipis-tipis, kemudian dijemur, dan dikemas dalam palstik transparan untuk dijadikan ramuan.

Secara tradisi, sarang semut biasa digunakan sebagai tanaman obat oleh masyarakat pedalaman di bagian barat Wamnena, Papua. Suku-suku di Bugondini dan Tolikara lazim memanfaatkannya untuk mengatasi reumatik dan asam urat.

Sarang semut sebenarnya mengandung flavonoid dan tanin. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, yang bisa mencegah sekaligus mengatasi serangan kanker. Mekanisme kerja Flavonoid dalam mengatasi kanker dengan membuat karsinogen tidak aktif, penghambat siklus sel, dan induksi apoptosis. Disamping itu, juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E, yang berefek antioksidan efektif. Tekoferol berfungsi sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas bebas dan sebagai antikanker.

Dilihat dari kandungannya, maka sarang semut, menurut penelitian, hampir bisa mengatasi berbagai jenis kanker. selain itu juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit jantung dan kebocoran jantung.

Dalam banyak kasus flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Senyawa flavonoid terkandung dalam serbuk maupun ekstrak air sarang semut.
(pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902