Berita RS

Berita Terbaru

RS Pendidikan Ki Hajar Dewantara Berfokus Pada Maritim

Thursday 13 August 2015
Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Ki Hajar Dewantara Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengedepankan marine medical science yaitu kedokteran yang berbasis kemaritiman.Sehingga fokus perhatian RS ini diantaranya tingkat kesehatan masyarakat pesisir serta pemanfaatanan keaneka ragaman sumber daya maritim untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Siloam Kini Miliki 20 RS dan Akan Terus Bertambah

Wednesday 08 July 2015
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Nirvana Development Tbk (NIRO) menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan pembangunan rumah sakit (RS) di berbagai wilayah Indonesia. Rumah Sakit (RS) Siloam akan menyediakan layanan kesehatan di berbagai proyek properti yang dibangun Nirvana.

Ramai Peminat, Program Bayi Tabung RSUP Dr Sardjito Terus Dikembangkan

Wednesday 03 June 2015
Tingginya peminat program bayi tabung di Klinik Infertilitas Permata Hati, memacu RSUP Dr Sardjito mengintensifkan layanan ini. Anggota tim dan para dokter klinik ini terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari dan mengimplementasikan berbagai teknologi untuk menangani berbagai kasus infertilitas.
02/11/2011 09:29:39 AM

Pemerintah Bangun RS Pusat Otak Nasional Pertama

Jakarta - Seiring dengan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat Indonesia, usia harapan hidup pun bertambah. Kondisi itu akan menimbulkan masalah baru yaitu proses penuaan otak dan jaringan saraf yang dapat menjadi masalah nasional jika tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk menanggulangi permasalahan otak dan saraf (neurologi) yang bisa menjadi masalah kesehatan nasional yang serius dan berdampak luas, Kementerian Kesehatan membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (National Brain Centre Hospital) yang pertama di Jakarta.

Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional itu dilakukan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, Selasa (1/11).

Menkes menjelaskan, di Indonesia saat ini belum ada pusat penanganan otak dan saraf tersendiri, terpadu dan komprehensif yang berbasis pada bukti dan mampu bersaing secara global.

“Padahal, jumlah kasus kesehatan otak dan saraf di Indonesia kian meningkat dan semakin kompleks permasalahannya,” ujar Menkes di sela pemancangan tiang pertama pembangunan rumah sakit (RS) tersebut.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia yaitu sebesar 15,4 persen.

Menkes menjelaskan, angka kejadian stroke dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Tren peningkatan kasus juga terjadi pada penyakit neurodegeneratif dan metabolik seperti demensia, gangguan fungsi eksekutif, keseimbangan, koordinasi, rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas.

“Angka kejadian trauma kepala dan tulang belakang akibat kecelakaan lalu lintas juga meningkat dimana prevalensi cidera kepala dan tulang belakang mencapai 7,5 persen dari total populasi,” ujar Endang.

Dia menambahkan, masalah neurologi lain adalah terjadinya peningkatan kasus neuroinfeksi pada otak dan persarafannya seperti meningitis/meningoensefalitis tuberculosis, bakteri non spesifik, jamur dan juga meningkatnya kejadian ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dengan manifestasi awal dan lanjut pada otak dan saraf.

Sebab itu, hadirnya Rumah Sakit Pusat Otak Nasional nanti akan melayani brain check up secara komprehensif yang nantinya bisa menjadi salah satu standar pemerikasaan kesehatan sehat.

“Kami berharap Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini dapat menjadi center of excellent di mana di dalam RS itu akan terdapat penanganan medis lanjut, restorasi dan rehabilitasi, pendidikan dan pelatihan, riset medis dasar dan riset komprehensif, pengembangan produk dan kebijakan pengembangan komunitas,” papar dia. (pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Crown Palace Blok E/6, Jl. Prof Soepomo SH No.231, Tebet, Jakarta Selatan - 12870
  • +6221 8378 2901-02
  • +6221 8378 2902