Berita RS

Berita Terbaru

Siloam Terus Buka Rumah Sakit, Termasuk di Pelosok.

Thursday 23 October 2014
Jaringan Siloam Hospital yang berada dibawah naungan Lippo Group akan terus membuka rumah sakit-rumah sakit (RS) baru di Indonesia, tak hanya di lokasi perkotaan namun juga pelosok.

Empat dari Delapan RS Awal Bros Group Raih Akreditasi Internasional Joint Commision International (JCI)

Thursday 02 October 2014
Empat dari delapan rumah sakit yang tergabung dalam Awal Bros Hospital Group meraih akreditasi international dari Joint Commision International (JCI). Akreditasi tersebut diperoleh setelah tim JCI yang berpusat di Amerika Serikat melakukan survei di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang, Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, Rumah Sakit Awal Bros Batam dan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pada bulan April dan Juni tahun 2014 ini.

RS Siloam Senilai Rp 400 Miliar Akan Dibuka di Bandung

Sunday 28 September 2014
Rumah sakit (RS) Siloam milik Lippo Group delapan lantai dengan nilai investasi Rp400 miliar dan diklaim bertaraf internasional, dibangun di Bandung. RS ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu milik PT Lippo Karawaci Tbk senilai Rp680 miliar. 
02/11/2011 09:29:39 AM

Pemerintah Bangun RS Pusat Otak Nasional Pertama

Jakarta - Seiring dengan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat Indonesia, usia harapan hidup pun bertambah. Kondisi itu akan menimbulkan masalah baru yaitu proses penuaan otak dan jaringan saraf yang dapat menjadi masalah nasional jika tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk menanggulangi permasalahan otak dan saraf (neurologi) yang bisa menjadi masalah kesehatan nasional yang serius dan berdampak luas, Kementerian Kesehatan membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (National Brain Centre Hospital) yang pertama di Jakarta.

Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional itu dilakukan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, Selasa (1/11).

Menkes menjelaskan, di Indonesia saat ini belum ada pusat penanganan otak dan saraf tersendiri, terpadu dan komprehensif yang berbasis pada bukti dan mampu bersaing secara global.

“Padahal, jumlah kasus kesehatan otak dan saraf di Indonesia kian meningkat dan semakin kompleks permasalahannya,” ujar Menkes di sela pemancangan tiang pertama pembangunan rumah sakit (RS) tersebut.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia yaitu sebesar 15,4 persen.

Menkes menjelaskan, angka kejadian stroke dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Tren peningkatan kasus juga terjadi pada penyakit neurodegeneratif dan metabolik seperti demensia, gangguan fungsi eksekutif, keseimbangan, koordinasi, rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas.

“Angka kejadian trauma kepala dan tulang belakang akibat kecelakaan lalu lintas juga meningkat dimana prevalensi cidera kepala dan tulang belakang mencapai 7,5 persen dari total populasi,” ujar Endang.

Dia menambahkan, masalah neurologi lain adalah terjadinya peningkatan kasus neuroinfeksi pada otak dan persarafannya seperti meningitis/meningoensefalitis tuberculosis, bakteri non spesifik, jamur dan juga meningkatnya kejadian ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dengan manifestasi awal dan lanjut pada otak dan saraf.

Sebab itu, hadirnya Rumah Sakit Pusat Otak Nasional nanti akan melayani brain check up secara komprehensif yang nantinya bisa menjadi salah satu standar pemerikasaan kesehatan sehat.

“Kami berharap Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini dapat menjadi center of excellent di mana di dalam RS itu akan terdapat penanganan medis lanjut, restorasi dan rehabilitasi, pendidikan dan pelatihan, riset medis dasar dan riset komprehensif, pengembangan produk dan kebijakan pengembangan komunitas,” papar dia. (pdpersi.co.id)