Obat Tradisional

Berita Terbaru

Kasiat Tanaman Sirsak

Tuesday 04 March 2014
Sirsak (Annona muricata L) memiliki buah dengan rasa asam manis dan menyegarkan. Selain dikonsumsi seperti buah-buahan lainnya, buah sirsak juga seringkali digunakan sebagai obat tradisional, begitu juga dengan daun, biji dan akarnya.

HARENDONG

Monday 20 January 2014
Harendong atau disebut juga Senggani merupakan tumbuhan liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau di daerah obyek wisata sebagai tanaman hias.

JAMBU BIJI ( Psidium guajava L. )

Tuesday 03 December 2013
Jambu biji berasal dari Amerika Tropik, tumbuh pada tanah yang gembur maupun liat, pada tempat yang terbuka dan mengandung banyak air. Pohon ini banyak ditanam sebagai pohon buah, namun sering tumbuh liar dan ditemukan pada ketinggian 1 – 1.200 m dpl.
15/03/2012 09:18:55 AM

CEREMAI (Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)

Surakarta, http://griyatanamanobat.com -
  1. Suku : Euphorbiaceae
  2. Nama :
    • Sinonim
      P. distichus Muell. Arg., P. cicca Muell. Arg., Cicca disticha Linn., C.
      nodiflora Lamk., C. acida (L. ) Merr., Averrhoa acida L.
    • Nama daerah
      Sumatera : ceremoi (Aceh), crème (Gayo), ceremai (Melayu), camin-camin (Minangkabau). Jawa : careme, cerme (Sunda), crème (Jawa). Nusa Tenggara : Carmen, cermen (Bali), careme (Madura), sarume (Bima). Sulawesi : lumpias aoyok, tili (Gorontalo), lombituko bolaano (Buol), caramel (Makasar, Bugis),carameng. Maluku : ceremin (Ternate), selemele, selumelek (Roti), salmele, cermele (Timor).
    • Nama Asing
      Cheramelier (P), country gooseberry (I).
    • Nama simplisia
      Phyllanthi acidi Folium (daun ceremai).
Uraian Tumbuhan
Pohon ini berasal dari India, dapat tumbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang dihalaman, diladang dan tempat lain sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Pohon kecil, tinggi sampai 10 m, kadang lebih. Percabangan banyak, kulit kayunya tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2-7 cm, lebar 1,5-4 cm, warna hijau muda.

Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5-12 cm, keluar disepanjang cabang, kelopak bentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah batu, bentuk bulat pipih, berlekuk 6-8, panjang 1,25-1,5 cm, lebar 1,75-2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4-6, rasanya asam.Biji bulat pipih berwarna cokelat muda.

Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa masak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena member rasa asam. Buah masak dapat dimasak langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Sifat dan Khasiat
Daun ceremai berbau khas aromatic, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgatif). Kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.

Kandungan Kimia
Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung saponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Bagian yang Digunakan
Daun, kulit akar, dan biji.

Indikasi
Daun berkhasiat untuk :
  • Batuk berdahak,
  • Menguruskan badan,
  • Mual,
  • Kanker, dan
  • Sariawan
Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi :
  • Asma dan
  • Sakit kulit.
Biji berkhasiat untuk mengatasi :
  • Sembelit dan
  • Mual akibat perut kotor.
Cara Pemakaian
  1. Sembelit
    • Siapkan biji ceremai sebanyak ¾ sendok the, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
    • Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 g, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan ½ gelas air panas, lau didinginkan. Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.
  2. Asma
    • - Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara ( Dolichos lablab) ¼ genggam, buah lengkeng (Nephelium longanum; Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing ¾ gelas.
  3. Kanker
    Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak ¼ genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas ½ jari, gedung cina ½ jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai kira-kira ¾ bagian. Setelah dingin disaring, siap diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup ¾ gelas.
  4. Melangsingkan badan
    Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam jangka waktu lama.
Catatan
Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan.
— bersama Mufatis Datuk Widjaya dan 11 lainnya.CEREMAI (pdpersi.co.id)

CONTACT US

  • Komplek Sentra Bisnis Artha Gading Kelapa Gading - 14250
  • +6221 45845223
  • +6221 45845291