Obat Tradisional

Berita Terbaru

ASAM JAWA (Tamarindus indica, Linn.)

Wednesday 24 September 2014
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang.

DAUN JINTEN

Tuesday 19 August 2014
Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berambut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu.

DAUN KEMANGI

Monday 21 April 2014
Daun kemangi termasuk dalam salah satu keluarga tanaman Ocinaceae dan memiliki bahasa latin Ocinum cannum. Daun ini biasanya dijadikan sebagai lalapan dan penyedap masakan. Daun kemangi sebenarnya memiliki banak kandungan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh
15/03/2012 09:18:55 AM

CEREMAI (Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)

Surakarta, http://griyatanamanobat.com -
  1. Suku : Euphorbiaceae
  2. Nama :
    • Sinonim
      P. distichus Muell. Arg., P. cicca Muell. Arg., Cicca disticha Linn., C.
      nodiflora Lamk., C. acida (L. ) Merr., Averrhoa acida L.
    • Nama daerah
      Sumatera : ceremoi (Aceh), crème (Gayo), ceremai (Melayu), camin-camin (Minangkabau). Jawa : careme, cerme (Sunda), crème (Jawa). Nusa Tenggara : Carmen, cermen (Bali), careme (Madura), sarume (Bima). Sulawesi : lumpias aoyok, tili (Gorontalo), lombituko bolaano (Buol), caramel (Makasar, Bugis),carameng. Maluku : ceremin (Ternate), selemele, selumelek (Roti), salmele, cermele (Timor).
    • Nama Asing
      Cheramelier (P), country gooseberry (I).
    • Nama simplisia
      Phyllanthi acidi Folium (daun ceremai).
Uraian Tumbuhan
Pohon ini berasal dari India, dapat tumbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang dihalaman, diladang dan tempat lain sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Pohon kecil, tinggi sampai 10 m, kadang lebih. Percabangan banyak, kulit kayunya tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2-7 cm, lebar 1,5-4 cm, warna hijau muda.

Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5-12 cm, keluar disepanjang cabang, kelopak bentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah batu, bentuk bulat pipih, berlekuk 6-8, panjang 1,25-1,5 cm, lebar 1,75-2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4-6, rasanya asam.Biji bulat pipih berwarna cokelat muda.

Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa masak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena member rasa asam. Buah masak dapat dimasak langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Sifat dan Khasiat
Daun ceremai berbau khas aromatic, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgatif). Kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.

Kandungan Kimia
Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung saponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Bagian yang Digunakan
Daun, kulit akar, dan biji.

Indikasi
Daun berkhasiat untuk :
  • Batuk berdahak,
  • Menguruskan badan,
  • Mual,
  • Kanker, dan
  • Sariawan
Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi :
  • Asma dan
  • Sakit kulit.
Biji berkhasiat untuk mengatasi :
  • Sembelit dan
  • Mual akibat perut kotor.
Cara Pemakaian
  1. Sembelit
    • Siapkan biji ceremai sebanyak ¾ sendok the, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
    • Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 g, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan ½ gelas air panas, lau didinginkan. Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.
  2. Asma
    • - Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara ( Dolichos lablab) ¼ genggam, buah lengkeng (Nephelium longanum; Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing ¾ gelas.
  3. Kanker
    Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak ¼ genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas ½ jari, gedung cina ½ jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai kira-kira ¾ bagian. Setelah dingin disaring, siap diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup ¾ gelas.
  4. Melangsingkan badan
    Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam jangka waktu lama.
Catatan
Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan.
— bersama Mufatis Datuk Widjaya dan 11 lainnya.CEREMAI (pdpersi.co.id)